alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Kenal Jaringan Narkoba di Penjara, Mantan Curanmor Beralih Bisnis Sabu

15 Oktober 2020, 18: 08: 07 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Moch Farid alias Cuplis, 25, warga Dusun Gedangan, Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek

Moch Farid alias Cuplis, 25, warga Dusun Gedangan, Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek (istimewa)

Share this      

JOMBANG – Sekolah terbaik untuk menjadi pelaku kriminal adalah penjara.

Ini benar-benar dibuktikan Moch Farid alias Cuplis, 25, warga Dusun Gedangan, Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek.

Dua tahun di bui, dia kini ditangkap lagi lantaran terlibat jaringan peredaran sabu-sabu yang dikenalnya dalam penjara.

”Tersangka sebelumnya sudah masuk target operasi,” terang Kasatreskoba Polres Jombang AKP Moch Mukid, Rabu (14/10/2020).

Pelaku diamankan dari sebuah warung yang terletak di Jalan Empu Sedah, Kelurahan Jelakombo, Kecamatan Jombang, Minggu (11/10) siang.

Petugas bergerak setelah mendapat informasi terkait jaringan peredaran sabu-sabu.

Hasilnya, petugas mengendus identitas pelaku yang diketahui baru beberapa bulan keluar dari penjara.

”Pelaku merupakan residivis kasus curanmor. Keluar Lapas (Lembaga Pemasyarakatan,Red) Maret 2020 lalu,” imbuhnya.

Saat digeledah, polisi menemukan sejumlah barang bukti.

Di antaranya, sebuah plastik klip terbungkus kertas yang diduga berisikan sabu-sabu dengan berat kotor mencapai 0,24 gram.

Selain itu, polisi juga menyita sebuah handphone yang digunakannya bertransaksi.

Dari interogasi yang dilakukan petugas, Cuplis mengaku mendapatkan barang haram ini dari salah satu jaringan di wilayah Mojokerto.

Petugas bergerak melakukan pengembangan. Hasilnya polisi berhasil mengamankan dua pelaku lain di wilayah Mojokerto.

Masing-masing M Abdul Khodir alias Ronde, 31, warga Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto dan Mi'rod Tri Fadha alias Torim, 33, warga Kelurahan Kranggan, Kota Mojokerto.

”Keduanya kita amankan di sebuah warung kopi,” imbuhnya.

Dari tangan keduanya, polisi menyita barang bukti tujuh plastik klip berisi sabu-sabu dengan berat kotor mencapai 1,6 gram.

Selain itu, sebuah struk transfer sebagai bukti penjualan, dan dua ponsel.

 Kepada petugas, ketiganya sudah sekitar enam bulan bekerjasama dalam peredaran sabu-sabu.

”Mengakunya barang dipasok dari wilayah Porong, Sidoarjo. Jaringannya masih terus kami kejar,” imbuhnya.

Akibat perbuatannya, tiga orang ini dijerat dengan pasal berbeda. Cuplis dijerat pasal 114 ayat (1) jo pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sementara Ronde dan Torem dikenakan pasal 114 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) jo pasal 112 ayat (1).

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP