alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Tembus 1.002 Kasus Covid-19, Dua Pekan Mati 11

15 Oktober 2020, 10: 53: 38 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Tembus 1.002 kasus Covid-19 di Jombang

Tembus 1.002 kasus Covid-19 di Jombang (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG -  Penderita Covid-19 di Jombang semakin banyak. Sampai Rabu (14/10/2020) jumlahnya sudah lebih seribu. ’’Sekarang sudah 1.002 kasus,’’ kata Koordinator Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Kabupaten Jombang, Budi Winarno.

Jumlah kematiannya juga kian mengkawatirkan. Rabu (14/10) ada tambahan satu kasus meninggal. Tercatat selama dua pekan pertama Oktober sudah 11 pasien Covid-19 meninggal dunia.

’’Tambahan satu kasus meninggal berasal dari Kecamatan Sumobito,’’ jelasnya. Sehingga total sudah 94 orang meninggal akibat Covid-19 di Jombang.

Sesuai data yang disampaikan Dinas Kesehatan, 11 kasus meninggal tersebut terjadi pada tanggal (3/10) satu orang asal Ngusikan meninggal, kemudian (5/10) ada dua kasus meninggal asal Peterongan dan Diwek. Lalu (6/10) ada satu kasus lagi meninggal asal Kecamaan Perak. Kemudian (7/10) ada satu kasus terkonfirmasi meninggal asal Kecamatan Mojowarno.

Pada (8/10), juga ada satu kasus meninggal asal Kecamatan Kesamben. Pada (12/10) ada dua kasus meninggal asal Kecamatan Peterongan dan Sumobito. Kemudian (13/10) kemarin ada satu kasus meninggal dari Kecamatan Jombang

Direktur RSUD Jombang Pudji Umbaran tak menampik angka kematian pasien positif terus bertambah. Pasalnya, saat ini perawatan pasien Covid-19 tidak hanya di RSUD Jombang saja, melainkan rumah sakit swasta juga melakukan perawatan. ”Kalau kita ngomong kemampuan kompetensi dasar kan berbeda-beda setiap rumah sakit,” katanya.

Penambahan dua kasus meninggal karena Covid-19 lanjut Pudji, bukan merupakan pasien RSUD Jombang. ”Bukan pasien kami,” terangnya.

Karena tak lagi menjabat koordinator penanganan Covid-19, Pudji sebatas bisa menyarankan pentingnya mempertamukan seluruh perwakilan rumah sakit yang melakukan perawatan pasien Covid-19 untuk meningkatkan pelayanan pasien. ”Ini harus ada upaya untuk mendudukkan semua rumah sakit dan sepakat untuk menata alur rujukan cepat, misal kapan waktunya dilakukan perawatan masing-masing rumah sakit. Kapan harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih tinggi lagi,” ungkapnya. (ang/riz/naz/jif)

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP