alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Orang Paling Beruntung

15 Oktober 2020, 08: 39: 19 WIB | editor : Rojiful Mamduh

KH Lukman Hakim Tambakberas

KH Lukman Hakim Tambakberas (ROJIFUL MAMDUH//JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (14/10), KH Lukman Hakim Tambakberas menjelaskan tentang orang yang beruntung. ’’Diantara tanda orang yang paling beruntung adalah rezekinya halal,’’ tuturnya mengutip hadist Rasulullah Muhammad SAW.

Banyak ayat Alquran yang memerintahkan agar mencari rezeki halal. Diantaranya QS Albaqarah 168.

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.

Perintah mencari rezeki halal bahkan didulukan dibanding perintah beramal saleh. Sebagaimana dalam QS Almu’minun 51.  Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Ini berarti rezeki halal merupakan kunci yang memudahkan kita beramal saleh. Sebaliknya, rezeki haram membuat kita sulit beramal saleh. Rezeki halal ibaratnya bensin murni. Ketika dipakai, motor bisa berjalan baik. Sebaliknya, rezeki haram ibarat bensin yang dicampur air. Sehingga ketika dimasukkan motor menyebabkan mogok.

’’Jangan sampai kita bicara; mencari yang haram saja sulit, apalagi yang halal,’’ pesannya. Sebab Rasulullah Muhammad SAW sudah menjanjikan, apa yang kita tinggalkan saat haram, pasti akan kembali kepada kita saat sudah halal.

’’Saat Rasulullah menyampaikan, apa yang kamu tinggalkan saat haram akan kembali padamu saat halal, kebetulan waktu itu di masjid ada pencuri,’’ ungkap Kiai Lukman.

Dawuh Nabi itu rupanya meresap kedalam jiwa si pencuri. Malam itu, si pencuri mendatangi sebuah rumah hendak beraksi. Di meja dia mendapati makanan yang enak-enak. Dia pun hendak melahapnya. Namun langsung ingat dawuh Nabi, yang kamu tinggalkan saat haram, akan kembali saat sudah halal. Si pencuri pun tidak jadi makan.

Dia lantas masuk ke kamar dan mendapati perhiasan dalam lemari. Dia pun mengantonginya, tapi lantas teringat dawuh Nabi. Alhasil, dia tidak jadi membawa perhiasan tersebut.

Di kamar satunya, dia mendapati pemilik rumah yang seorang janda cantik tertidur pulas. Dia singkap roknya hendak memperkosa. Namun ingat dawuh Nabi, yang kamu tinggal saat haram akan kembali saat halal. Si pencuri akhirnya batal memperkosa. Dia keluar rumah dengan tangan kosong. ’’Karena sudah Subuh, si pencuri pun akhirnya ke masjid,’’ kata Kiai Lukman. Usai Subuh, tiba-tiba si perempuan melapor pada Nabi. Rumahnya semalam didatangi pencuri namun tak ada yang hilang. Nabi lantas bertanya; kamu janda atau bersuami? Dia menjawab janda. Nabi pun menawari untuk menikahkan dengan si pencuri yang kala itu masih duduk-duduk di masjid. Si janda ternyata mau. Usai dinikahkan, si pencuri lantas diajak pulang ke rumah si janda. Makanan di meja jadi halal. Perhiasan di lemari jadi halal. Si perempuan kini juga sudah halal. ’’Esoknya, si pencuri mendatangi Nabi dan berkata; apa yang kamu sampaikan semuanya benar wahai Rasulullah.’’ (jif)

(jo/jif/jif/JPR)

 TOP