alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Tiang Pancang Jembatan Baru Ploso Mulai Rusak

14 Oktober 2020, 14: 02: 03 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Tiang pancang mulai ada yang retak

Tiang pancang mulai ada yang retak (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Tiang pancang jembatan baru Ploso di Desa Bedahlawak, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, tak utuh. Satu dari tiga tiang pancang itu mulai rusak. Yakni tiang kedua yang berada di pinggir tanggul sungai.

Selasa (13/10/2020), dibagian atas terlihat berlubang. Meski bagian samping terdapat material cor, namun ronggahan terlihat cukup jelas. Kerusakan itu nampak hingga dua besi besar di dalamnya juga ikut terlihat. Berbeda dengan tiang pancang di sebelah timur atau ujung sebelahnya, tak ada kerusakan sama sekali.

Menurut Suhadi warga sekitar, tiang pancang usai dibangun sekitar 2012 lalu sampai sekarang tidak ada perubahan. ’’Setahu saya setelah selesai dibangun ya dibiarkan,’’ katanya. Meski sudah hampir delapan tahun, belum pernah ada perawatan atau pun pengecekan oleh petugas. ’’Mungkin karena belum dipakai, akhirnya dibiarkan,’’ imbuh dia.

Hal inilah yang membuat kondisi tiang pancang ikut berubah. Kendati terlihat besar dan gagah, namun tetap muncul kerusakan. ’’Bagian bawah ada yang retak-retak,’’ terangnya sembari menunjukkan.

Retakan itu terlihat sehelai rambut. Meski begitu, kerusakan tetap perlu ditindaklanjuti karena selama ini tak pernah digunakan. ’’Kalau nanti dibangun, harusnya yang di sini juga dicek,’’ terang dia.

Terpisah, M Rakhmat Sunendar Kabid Bina Marga Dinas PUPR Jombang, tak mengelak bila selama ini belum ada perawatan tiga tiang pancang. ’’Kalau saya lihat memang belum pernah ada perawatan, ya mungkin belum dipakai itu,’’ cetusnya.

Kendati begitu, pemerintah pusat sudah melakukan pengecekan ke lokasi. ’’Justru titik utama di tiga tiang pancang itu, jadi tidak mungkin dirubah. Yang digodok teman-teman pusat kemarin malah sisi utara,’’ imbuh dia.

Sebab, di sebelah utara nanti justru menjadi lokasi krusial. ’’Bagaiamana rekayasa lalu lintas karena padat. Apalagi langsung ketemu di titik ruas Kabuh-Ploso, satu-satunya akses baik ke utara atau selatan Brantas,’’ bebernya.

Pengecekan itu lanjut dia dilakukan sebelum pandemi Covid-19 lalu. Selebihnya hingga kini belum ada tindaklanjut. ’’Yang jelas dulu sudah dikontrol teman-teman pusat,’’ pungkas Nendar sapaan akrabnya. (fid/bin/jif)

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP