alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarjombang
Home > Events
icon featured
Events

Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi tentang Empat Raperda

13 Oktober 2020, 05: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Pimpinan DPRD Jombang, Bupati, Wabup, Forkopimda dan semua anggota dewan dalam paripurna, kemarin.

Pimpinan DPRD Jombang, Bupati, Wabup, Forkopimda dan semua anggota dewan dalam paripurna, kemarin. (istimewa)

Share this      

JOMBANG – Paripurna Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Jombang tentang empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) berjalan lancar dengan protokol kesehatan, kemarin (12/10).

Selain dihadiri Bupati Hj Mundjidah Wahab, paripurna itu juga dihadiri Wabup Sumrambah, jajaran Forkopimda dan kepala OPD.

Empat raperda itu Raperda tentang Pengarusutamaan Gender, Raperda tentang Cagar Budaya, Raperda perubahan ketiga Perda 8/2016 tentang Pembentukan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Jombang dan Raperda perubahan kedua Perda 16/2012 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.

Fraksi PPP yang dibacakan Didit S menyoroti Raperda Pedoman, Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.

Berdirinya minimarket di tempat strategis hendaknya perlu mendapat perhatian khusus. Penegakan Perda dan pertimbangan menjaga eksistensi pedagang kecil menjadi prioritas.

”Berapa persen dari toko modern yang ada benar-benar pemiliknya warga Jombang, sehingga impactnya bisa dinikmati langsung masyarakat Jombang,” katanya.

Fraksi PPP juga menanyakan hitungan berapa minimarket akan dibiarkan tumbuh di Jombang. 

”Sudahkah ada pemetaan yang diperkenankan toko modern berekspansi dan mengembangkan investasinya, seberapa kuat regulasi ini menjamin pasar tradisional, pedagang pracangan serta UMKM mampu bertahan dari gempuran pemodal besar,” ungkapnya.

Fraksi Partai Golkar yang dibacakan Maya Novita, menyoroti Raperda Cagar yang dianggap penting fungsinya sebagai bagian yang tak terpisahkan.

”Cagar budaya harus dikelola dengan melibatkan peran serta masyarakat untuk melindungi, mengembangkan, memanfaatkan cagar budaya tersebut,” katanya. Pemerintah perlu melakukan sosialisasi intensif agar masyarakat mengetahui jumlah cagar budaya di Jombang.

”Paradigma pelestarian cagar budaya ini masih terbelenggu pada tindakan mempertahankan saja, belum sampai pada tahap pengembangan dan pemanfaatan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” tutur dia.

Fraksi PKB yang dibacakan Miftahul Huda, menyoroti  Raperda Pengarusutamaan Gender yang berharap menjadi langkah nyata peran gender di segala hal sehingga Kabupaten Jombang sebagai kabupaten yang responsif gender.

Untuk itu, PKB meminta agar indeks pembangunan gender dan pemberdayaan gender harus selalu ditingkatkan. Pelaksanaannya selalu terpadu dan terkoordinasi di seluruh perangkat daerah.

”Tidak sebatas peraturan saja, tetapi direalisasikan secara kuantitatif, ada presentase minimal perempuan dalam suatu jenis pekerjaan, khususnya di instansi Pemkab Jombang,” katanya.

Selain itu, menyosialisasikan kepada masyarakat tentang adanya kesamaan hak antara laki-laki dengan perempuan, orang tua, anak muda dan orang-orang difabel.

”Setelah perda diterbitkan, harus ada kerjasama yang baik dari semua komponen dalam mengimplementasikan pengarustamaan gender di tengah masyarakat,” tegas Huda.

Fraksi Partai Demokrat yang dibacakan Dian Ayunita Prasstumi, menyoroti terkait Raperda Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah yang memang harus dilakukan karena disesuaikan peraturan lebih tinggi, berkenaan dengan kelembagaan perangkat daerah yang melaksanakan urusan pemerintahan di bidang kesatuan Bangsa dan politik.

Agar memperoleh kepastian hukum dalam melaksanakan tugas pokok fungsinya.

Belum ditetapkannya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik sesuai Pemendagri No 11 Tahun 2019, lanjut dia, maka muncul kesan Bakesbangpol seolah-olah hanya penyalur dana bantuan politik ke partai politik serta kegiatan-kegiatan lain yang kurang optimal.

”Bagaimana kerjasama dan pembinaaan terhadap ormas-ormas di Jombang? Berapa jumlah ormas termasuk LSM di Jombang,” pungkasnya.

(jo/yan/jif/JPR)

 TOP