alexametrics
Selasa, 20 Oct 2020
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Usut Dana Hibah KONI, Kejaksaan Panggil Wakil Ketua DPRD dari PPP

10 Oktober 2020, 12: 40: 52 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Kejaksaan Negeri Jombang panggil Wakil Ketua DPRD dari PPP

Kejaksaan Negeri Jombang panggil Wakil Ketua DPRD dari PPP (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Politisi PPP yang menjabat Wakil Ketua DPRD Jombang, Farid Al Farisi, diperiksa kejaksaan, Jumat (9/10/2020). Dia diperiksa sebagai saksi perkara dana hibah KONI yang sedang diusut kejaksaan. Selama tiga jam pemeriksaan, Farid dicecar 40 pertanyaan.

Pukul 16.25, Farid nampak keluar dari ruang penyidikan Kejaksaan Negeri(Kejari) Jombang.

Dia mengenakan setelan batik dan celana hitam. Pria yang akrab disapa Gus Farid terlihat cukup tenang meladeni wawancara sejumlah awak media yang sudah menunggunya sejak siang. ”Ya tadi dimintai keterangan sebagai saksi terkait KONI Jombang. Diperiksa sejak habis jumatan tadi,” ucapnya kepada sejumlah wartawan.

Farid menyebut, selama lebih dari tiga jam diperiksa, ia dicecar penyidik sebanyak 40 pertanyaan. Dia menyebut, seluruhnya materinya berkaitan dengan anggaran kegiatan porprov 2019. ”Seputar anggaran porprov tahun 2019. Saya tim porprov futsal dan sepak bola di tahun itu, hanya itu saja,” tandasnya.

Ia merinci, untuk kegiatan porprov 2019, ada anggaran dari KONI sebesar Rp 24 juta untuk cabang olahraga (Cabor) futsal. Dan Rp 48 juta untuk cabor sepak bola. ”Ya tadi ditanyakan uangnya itu dipakai untuk apa, itu saja,” lanjutnya.

Saat menjalani pemeriksaan, sejumlah perwakilan dari KONI juga nampak keluar dari kantor kejaksaan di jalan KH Wahid Hasyim. Farid menyebut, selain dirinya, sejumlah orang yang masuk tim porprov juga ikut dipanggil penyidik. ”Untuk hari ini teman-teman tim porprov ini (yang dipanggil,red),” pungkasnya.

Usai memberikan wawancara, Farid bergegas melangkah keluar menghampiri pengendara motor yang siap memboncengnya balik menuju arah pendapa kabupaten.

Dikonfirmasi terpisah, Muhammad Salahuddin, Kasipidsus Kejaksaan Negeri Jombang membenarkan pemeriksaan itu. ”Untuk hari ini (kemarin) baru satu orang yang diperiksa, terkait KONI tahun 2017 sampai 2019, atas nama Farid Al Farisi. Statusnya masih saksi,” ucapnya.

Salahuddin menambahkan, pemeriksaan terhadap Farid terkait posisinya yang menjabat sebagai koordinator Futsal saat porprov 2019 digelar. ”Untuk materinya berkaitan dengan kegiatan pra porprov sama porprov tahun 2019,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, usai melakukan serangkaian tahap penyelidikan, penyidik Kejari Jombang meningkatkan kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Kabupaten Jombang ke tingkat penyidikan. ”Setelah kita cek satu persatu kebenaran dari dokumen itu, akhirnya kami bersepakat untuk meningkatkan kasus KONI ke tahap penyidikan,” tandas Kepala Kejaksaan Negeri Jombang Yulius Sigit Kristanto (22/9).

Dia menambahkan, dalam proses penyelidikan, ada temuan yang mengarah terjadinya kerugian negara dalam tiga tahun anggaran dana hibah KONI Jombang.

Nilainya berkisar antara Rp 100 hingga Rp 200 juta. ”Ini masih temuan awal kami yang bisa kami buktikan sekarang. Tentu, dalam proses penyidikan akan tetap kami lakukan pendalaman lagi,” tuturnya.

Setelah proses pemeriksaan dinilai cukup, segera dilakukan ekspose guna menentukan kearah tersangka. ”Setelah ini, masih ada pemeriksaan lagi di tingkat penyidikan, setelah itu baru mencari siapa tersangka dan alat bukti,” tegas Sigit.

Untuk diketahui, setiap tahunnya, KONI Jombang menerima hibah dari APBD pemkab. Besarannya berturut-turut di 2017 Rp 2 miliar, 2018 sebesar Rp 2 miliar selanjutnya 2019 Rp 2 miliar ditambah Rp 1,5 miliar pada PAK (perubahan anggaran keuangan). (riz/naz/jif)

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP