alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Desa Tinggar dan Karangdagangan Bandarkedungmulyo Terancam Limbah B3

09 Oktober 2020, 17: 50: 23 WIB | editor : Rojiful Mamduh

MASIH MENUMPUK: Keberadaan tumpukan limbah B3 yang dibuang di kecamatan Bandarkedungmulyo belum dievakuasi.

MASIH MENUMPUK: Keberadaan tumpukan limbah B3 yang dibuang di kecamatan Bandarkedungmulyo belum dievakuasi. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Warga Desa Tinggar dan Karangdagangan Kecamatan Bandarkedungmulyo harus berhati-hati.

Ini jika mereka tidak mau menjadi korban limbah bahan berbahaya beracun (B3).

Pasalnya, sampai Kamis (8/10/2020), penanganan limbah abu sisa pembakaran slag aluminium yang dibuang secara ilegal disitu tidak jelas.

”Kondisinya masih sama, tetap menumpuk di situ.

Sampai sekarang tidak ada tindakan jelas,” ucap S, salah satu warga sekitar lokasi limbah, Kamis (8/10/2020).

Warga pun mempertanyakan langkah penindakan yang dilakukan dinas dan penegak hukum.

”Padahal petugas juga datang ke lokasi, tapi sampai sekarang tindaklanjutnya tidak jelas,” imbuhnya.

Kamis (8/10/2020), baunya  sudah berkurang.

Namun keberadaan limbah berbahaya tersebut tetap meresahkan warga. ”Kalau pas angin abunya beterbangan, jadi menganggu kenyamanan warga sekitar,” ucapnya.

Pantauan di lokasi, tumpukan karung berisi limbah yang dibuang di Desa Tinggar masih belum dievakuasi.

Limbah jenis B3 itu digunakan untuk menguruk akses jalan dan area sekitar kandang ayam. Tidak ada plakat atau pun garis polisi terpasang.

Tak berbeda, keberadaan tumpukan limbah abu aluminium yang dibuang di wilayah Desa Karangdagangan, kecamatan Bandakedungmulyo juga masih tidak ada tindakan.

Saat terhempas angin, butiran abu sisa pembakaran slag aluminium yang digunakan untuk bahan menguruk ruas jalan terlihat beterbangan.

Sebagian limbah masih terbungkus karung, dan sengaja ditata untuk dumping saluran.

Tidak ada plakat ataupun garis polisi terpasang di lokasi.

Saat dikonfirmasi, Mahmudi Camat Bandarkedungmulyo mengaku tak tahu pasti perkembangan penanganan pembuangan limbah berbahaya di wilayahnya itu.

”Sampai sekarang kondisinya jujur saya juga belum tahu. Terakhir dari DLH (Dinas Lingkungan Hidup) cuma ngomong sudah diproses, itu saja,” terangnya.

(jo/riz/jif/JPR)

 TOP