alexametrics
Selasa, 20 Oct 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri
Bunga Wijaya Kusuma dan Kakao Jadi Andalan

MTsN 5 Jombang Bekali Siswa Jadi Wirausahawan

09 Oktober 2020, 06: 00: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Purnomo Kepala MTsN 5 Jombang menunjukkan bunga wijaya kusuma.

Purnomo Kepala MTsN 5 Jombang menunjukkan bunga wijaya kusuma. (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – MTsN 5 Jombang di Desa Keboan, Kecamatan Ngusikan tidak hanya mengedepankan nilai akademik siswa. Kewirausahaan juga menjadi program unggulan madrasah.

Yakni tanaman bunga wijaya kusuma dan kakao yang diandalkan.

Purnomo Kepala MTsN 5 Jombang, mengungkapkan sejak beberapa tahun terakhir konsen mengembangkan program enterpreneur siswa.

’’Di era seperti ini kita dituntut untuk mandiri, makanya anak-anak sejak dasar sudah kita beri pendidikan kewirausahaan,’’ katanya, Kamis kemarin (8/10).

Dijelaskan, program itu dilakukan bukan tanpa alasan. Pendidikan dasar wirausaha itu cukup penting sebagai modal awal siswa usai lulus madrasah.

’’Diharapkan ketika anak-anak sudah lulus nanti, seandainya tidak bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya, mereka sudah punya dasar berwirausaha,’’ imbuh dia.

Terlebih, madrasah di bawah kepemimpinannya memang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Mojokerto dengan Jombang. Kondisi ekonomi masyarakat juga tidak sama.

Utamanya yang berada di wilayah utara Brantas. ’’Tahu sendiri rata-rata karena latar belakang masyarakat ekonominya lemah, maka kita juga harus mempersiapkan itu.

Karena keadaan ekonomi itu terkadang ada yang lulus langsung menikah,’’ bebernya.

Karena pertimbangan itulah pihaknya membekali siswa dengan berwirausaha.

Sehingga setelah lulus nanti mereka sudah memiliki dasar yang kemudian bisa dikembangkan di masyarakat.

Ia menyebut, ada tiga item program wirausaha yang diberikan kepada siswa. Yakni merawat tanaman bunga wijaya kusuma, kakao, dan kantin kejujuran.

Untuk bunga wijaya kusuma, dijelaskannya tidak masuk dalam mata pelajaran tambahan. Setiap siswa bisa mendapat bimbingan dari guru madrasah.

’’Jadi mulai mengambil bibit, pengelolaan hingga nanti sampai muncul bunga. Serta distribusi kita ajarkan ke semua siswa,’’ terang dia.

Begitu juga tanaman kakao. Siswa dibekali bagaimana menanam mulai bibit, hingga merawat tanaman hingga berbuah. ’’Sampai penjualan atau pendistribusiannya juga kita sampaikan.

Sehingga siswa tahu dan punya dasar berwirausaha,’’ terang kepala madrasah yang bertempat tinggal di Desa Sumberagung, Kecamatan Megaluh ini.

Dari program wirausaha inilah tak heran jika bertandang ke MTsN 5 Jombang, bakal melihat banyaknya dua tanaman tersebut.

Untuk bunga wijaya kusuma menggantung hampir di semua teras ruangan. Sementara tanaman kakao berada di belakang ruang kelas atau dekat dengan tempat kantin kejujuran.

’’Kantin kejujuran memang kita letakkan di belakang atau dekat ruang komite,’’ pungkas Purnomo.

Terus Dikembangkan, Menuju Madrasah Adiwiyata

 

PERHATIAN MTsN 5 Jombang kepada siswa begitu besar. Apalagi jumlah siswa cukup banyak mencapai 725 anak. Program wirausaha bakal terus dikembangkan dengan  memanfaatkan kolam ikan. MTsN 5 Jombang juga menuju madrasah adiwiyata.

’’Jadi selain tanaman, sebenarnya kita juga sudah siapkan kolam ikan. Semuanya siap, tinggal diisi,’’ kata Purnomo Kepala MTsN 5 Jombang.

Menurutnya, kesiapan kolam ikan sudah beberapa bulan lalu. Karena pandemi Covid-19, untuk sementara rencana pemanfaatan kolam ikan tersebut belum bisa terlaksana.

Lokasi kolam ikan sendiri berada tak jauh dari kantin kejujuran atau satu area dengan tanaman kakao. ’’Untuk kakao ini ketika ada lahan yang kosong kita tanami,’’ imbuh dia.

Selain mendapat dukungan dari guru, lanjutnya, program wirausaha tersebut juga mendapat dukungan dari dharma wanita madrasah.

’’Jadi mulai pembibitan sudah kita ajari, bahkan dipromotori dharma wanita. Teknis penanaman juga sudah ada, dan itu mudah sekali,’’ terangnya.

Tidak hanya itu, sebelumnya para siswa juga dikenalkan bagaimana cara menjahit. Mesin jahit juga sudah disiapkan.

’’Sempat berjalan, sekarang masih mandek karena gurunya pindah tugas,’’ papar lelaki kelahiran 1967 ini.

Pihaknya menaruh harapan bekal wirausaha tersebut benar-benar dipelajari secara maksimal oleh siswa.

’’Harapan saya anak-anak minimal punya dasar untuk hidup mandiri. Sehingga ada titik terang. Karena  ciri berwirausaha itu harus bekerja keras. Insya Allah dengan ini anak-anak bisa mandiri,’’ terang dia.

Selanjutnya, Purnomo menyebut ada program lain madrasah menuju sekolah adiwiyata. ’’Jadi semuanya program madrasah menuju adiwiyata. Teknisnya di luar jam pelajaran, artinya temporer,’’ pungkasnya.

(jo/fid/jif/JPR)

 TOP