alexametrics
Jumat, 22 Jan 2021
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Terlalu, Dishub Jombang Gaji Jukir Rp 350 Ribu

08 Oktober 2020, 09: 40: 55 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Honor jukir hanya Rp 350 ribu per bulan

Honor jukir hanya Rp 350 ribu per bulan

Share this      

JOMBANG – Kesejahteraan juru parkir (jukir) di Jombang ternyata sangat rendah. Per bulan, jukir hanya menerima honor Rp 350 ribu. Jauh di bawah upah minimum kabupaten (UMK) yang tahun ini Rp 2,6 juta.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jombang, Hartono membenarkan honor jukir masih jauh dari UMK Jombang. ”Ya memang kalau kita bandingkan dengan UMK masih jauh,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, Rabu (7/10/2020).

Honor jukir berbeda setiap orang, mulai dari Rp 250 ribu hingga Rp 350 ribu per bulan. Perbedaan besaran honor tergantung masa kerja. Bagi jukir yang bekerja lebih dari satu tahun mendapat Rp 350 ribu per bulan. ”Mulai Rp 250 sampai Rp 350 ribu tergantung masa kerja,’’ tambahnya.

Kendati honor yang diberikan sedikit, Hartono berdalih jika selama ini pemkab sudah memperhatikan kesejahteraan mereka dengan mengikutkan BPJS Ketenagakerjaan.

Menurut Hartono, pemberian kompensasi selain sebagai bentuk perhatian, juga sebagai bentuk tanggung jawab ketika terjadi sesuatu terhadap jukir saat menjalankan tugas. ”Misalnya seperti kejadian di Gajahmada beberapa bulan lalu kan meninggal saat kerja itu dapat Rp 150 juta,’’ jelas dia.

Di Jombang sendiri, total ada 160 jukir yang aktif bertugas. Mereka tersebar di masing-masing titik. Mereka bekerja mulai jam 07.00 sampai pukul 15.00.

Lepas dari jam kerja, beberapa titik yang masih ramai biasanya digantikan warga yang bekerja menjaga kendaraan. ”Kita memang keterbatasan jam. Jadi, setelah para jukir pulang ya diganti jukir liar atau warga yang bekerja sebagai tukang parkir,’’ tandasnya.

Hartono menyebut, jukir hanya diminta memungut retribusi dari parkir konvensional atau kendaraan di luar pelat Jombang. Sebab, warga pelat kendaraan Jombang sudah diwajibkan membayar parkir berlangganan. ”Jadi mereka setiap kerja bawa karcis untuk memungut parkir konvensional,’’ jelas dia.

Uang hasil retribusi parkir konvensional kemudian disetorkan ke kas daerah melalui Bank Jatim. ”Kami di Dishub hanya menerima laporan cek-nya saja. Kami tidak menerima setoran tersebut,’’ jelas dia.

Disinggung apakah ada target khusus mengenai jumlah setoran yang diberikan jukir, Hartono menegaskan tidak ada. ”Tidak ada target. Karena jumlah retribusi dari kendaraan yang di parkir setiap hari tidak sama,’’ pungkasnya.

(jo/ang/jif/JPR)

 TOP