alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Manfaat Stiker Parkir Langganan Dipertanyakan

07 Oktober 2020, 13: 32: 35 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Parkir di daerah Kota Jombang

Parkir di daerah Kota Jombang (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Keluhan program parkir berlangganan terus menumpuk. Kali ini datang dari sopir truk. Selama ini, akses mereka terbatas.

Jam beroperasi di tiga ruas jalan dalam kota dibatasi. Namun harus tetap bayar parkir langganan secara penuh.

Sucipto, 45, salah satu sopir truk mengatakan, salah satu ruas jalan yang ditutup untuk truk adalah Jalan Presiden KH Abdurrahman Wahid.

”Jalan itu sering saya lewati untuk kirim barang. Tapi pas malam hari saja. Mau bagaimana lagi, pagi sampai sore tidak boleh masuk.

Kalau dua jalan lainnya adalah Jalan KH Wahid Hasyim dan Jalan A Yani,” katanya, kemarin (6/10/2020).

Truk yang dilarang melintas, kata Sucipto memiliki spesifikasi tertentu. ”Kalau pikap masih boleh. Pernah saya bawa pikap masih bisa lewat.

Tapi kalau truk, boleh masuk, asal ban belakang tidak dobel,” lanjutnya. Pembatasan jam operasional itu berlaku mulai pukul 07.00 sampai 16.00.

Karena hal ini, Sucipto mengaku kurang bisa merasakan manfaat program parkir berlangganan.

”Lewat pagi sampai sore saja tidak boleh, apalagi parkir. Jadi bisa lewatnya cuma sore sampai pagi lagi. Itu juga masih bayar jasa parkir, jadi ya percuma punya stiker parkir berlangganan,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang Hartono membenarkan ada pembatasan jam operasional truk di tiga ruas jalan dalam kota.

”Jalan-jalan itu masuk kawasan tertib lalu lintas. Keputusan ini tidak hanya pemkab yang membuat, tapi juga dengan kepolisian. Melalui forum lalu lintas,” katanya.

Pembatasan, kata Hartono berlaku untuk truk dengan spesifikasi ban ganda.

”Kalau ban satu masih boleh, seperti pikap dan engkel,” imbuhnya. Hartono menjelaskan, pembatasan dilakukan karena tiga ruas jalan itu adalah kawasan padat.

”Keputusannya dibuat bersama. Rambu larangan kami yang memasang, penindakan di kepolisian,” pungkasnya.

(jo/mar/jif/JPR)

 TOP