alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Positif Covid-19, 22 Santri Asal Gondek Mojowarno Dipindah ke Aparma

25 September 2020, 15: 50: 48 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Sebanyak 22 santri salah satu ponpes di Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno, terkonfirmasi positif Covid-19. Kemarin (23/9) Dinkes Kabupaten Jombang melakukan penjemputan dan membawa seluruh santri ke Aparma Unipdu.

Sebanyak 22 santri salah satu ponpes di Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno, terkonfirmasi positif Covid-19. Kemarin (23/9) Dinkes Kabupaten Jombang melakukan penjemputan dan membawa seluruh santri ke Aparma Unipdu. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Sebanyak 22 santri salah satu ponpes di Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno, terkonfirmasi positif Covid-19. Kemarin (23/9) Dinkes Kabupaten Jombang melakukan penjemputan dan membawa seluruh santri ke Aparma Unipdu.

Camat Mojowarno Arief Hidajat ketika dikonfirmasi membenarkan kabar penjemputan ini. ”Kami sudah koordinasi dengan pihak pondok. Kemudian kami lakukan penjemputan bersama dinkes untuk dibawa ke Aparma Unipdu,” ujarnya.

Awalnya hanya satu santri yang terkonfirmasi positif. Kemudian menyebar dengan cepat, hingga akhirnya tercatat ada 22 santri dinyatakan positif. ”Lalu bertambah menjadi enam, dan kemarin bertambah banyak menjadi 22 santri,” jelas dia.

Sebagai upaya pencegahan, pihaknya melakukan koordinasi dengan pengasuh untuk isolasi mandiri. Hal ini dilakukan agar tidak ada santri yang keluar pondok.

Sebab diketahui masih ada di antara mereka yang keluyuran ke luar. ”Memang dekat lingkungan masyarakat. Jadi kami minta tidak keluar selama proses isolasi,” tegasnya.

Sementara itu, dr Achmad Iskandar Dzulqornain penanggung jawab Aparma Unipdu menyebut, tempat isolasi Aparma sudah layak. Terlebih sudah ada pengawasan 24 jam dari petugas kesehatan.

”Untuk 22 santri yang dibawa ke Aparma mendapat pengawasan ketat. Baik pelayanan kesehatan dan kebutuhan makan sehari-hari,” katanya.

Dia menambahkan, para santri yang menjalani isolasi merupakan pasien tanpa gejala. Sehingga kondisi mereka cukup baik dan tidak ada yang harus dikhawatirkan.

”Tentu yang diisolasi itu pasien tanpa gejala. Apabila memang kurang sehat, paling tidak hanya meriang saja,” terang Iskandar.

Kendati demikian pihaknya tetap melakukan pengawasan dan pengecekan kesehatan semua santri yang menjalani isolasi. ”Kami akan tetap melakukan pengawasan terhadap santri yang dikarantina,” pungkasnya.

19 Kecamatan Zona Merah

ADA 19 kecamatan di Jombang yang menjadi zona merah. Ini setelah Rabu (23/9) ada tambahan 13 dan Kamis (24/9) ada 4 kasus baru. Hal ini menandakan tingkat sebaran Covid-19 di Kabupaten Jombang belum ada tanda-tanda penurunan.

Humas Gugas PP Covid-19 Jombang Budi Winarno menyampaikan, hari sebelumnya kasus Covid-19 di Jombang secara kumulatif 825. Dengan adanya tambahan 17 kasus kini menjadi 842. ”Sesuai data yang kami terima ada 13 tambahan (23/9) dan 4 tambahan (24/9),” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Dari 21 kecamatan di Jombang, jelasnya, hanya dua yang bebas dari sebaran Covid-19. Yaitu Kecamatan Bareng dan Wonosalam. Selebihnya, 19 kecamatan zona merah. ”Ya karena ada penambahan 17 kasus baru, jadi yang sebelumnya zona putih kini menjadi zona merah,” tambahnya.

Tambahan 13 kasus baru (23/9) itu tersebar di delapan kecamatan. Meliputi Kecamatan Jombang empat orang dan Kecamatan Peterongan, Diwek, Kesamben, Megaluh dan Ploso masing-masing satu orang. Disusul Kecamatan Perak dan Kabuh masing-masing dua orang.

Sedangkan tambahan 4 (24/9) berasal dar Kecamatan Jombang, Mojowarno, Kesamben dan Sumobito. “Untuk pasien meninggal dari Mojowarno dan Kesamben,” tambahnya.

Dengan tambahan kasus baru ini jumlah pasien Covid-19 di Jombang makin banyak. Secara kumulatif 842 orang. Dari jumlah itu yang dinyatakan sembuh 605 atau 72 persen.

Pasien meninggal tercatat 78 atau 9,3 persen. Sedangkan pasien yang menjalani perawatan di RS tercatat 159 atau 18,9 persen. ”Ya paling banyak di RSUD Jombang 38 orang, kemudian RSI Jombang 17 dan RS lainnya menyebar,” tandasnya.

Disamping itu, ada pula 12 pasien yang dirawat di luar Jombang. Mulai dari Mojokerto, Surabaya, Kertosono, Kediri, Sidoarjo hingga Gresik. Meski begitu, penambahan pasien sembuh bertambah tiga orang dari Kecamatan Peterongan, Diwek dan Kecamatan Megaluh.

”Dari total 842, prosentase kesembuhan kita cukup tinggi mencapai 72 persen atau 605,” pungkas Budi.

(jo/ang/yan/riz/mar/JPR)

 TOP