alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Diperiksa Jaksa, Kadisperta Bantah Manipulasi RDKK Pupuk Subsidi

25 September 2020, 11: 57: 08 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Priadi, Kepala Disperta Jombang

Priadi, Kepala Disperta Jombang (Dok Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Langkah Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang yang melakukan penyelidikan seputar pupuk subsidi dibenarkan Dinas Pertanian (Disperta) Jombang. Beberapa orang yang terkait juga sudah pernah mendatangi panggilan penyidik.

”Saya pernah dimintai keterangan memang, tapi dalam hal-hal normatifnya saja. Peraturannya apa, bagaimana, ya cuma itu saja,” terang Priadi, Kepala Disperta Jombang, kemarin.

Terkait kemungkinan dirinya diperiksa penyidik ditahap penyidikan, Priadi menegaskan siap. ”Kalaupun dimintai keterangan lagi, bahkan diperiksa di kantor, saya siap saja. Kami patuh sama hukum,” singkat Priadi.

Soal dugaan manipulasi dokumen RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok), dibantah Priadi. Menurutnya, dokumen RDKK hanya satu dan tidak ada rekayasa.

”Saya sendiri bingung sebenarnya apa yang disampaikan pak Kajari. RDKK menurut saya tidak ada yang macam-macam. Dokumen di tempat kami itu satu, dan itu dokumen se-Kabupaten Jombang,” tegas Priadi.

Ia menambahkan, proses penyusunan RDKK dilakukan secara berjenjang. ”Biasanya dimulai dari bagian paling bawah, yakni kelompok petani (poktan),” terangnya.

Dalam prosesnya poktan didampingi petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) dalam menyusun kebutuhan pupuk untuk tiga kali masa tanam selama setahun.

”Kelompok tani menulis luasannya berapa, namanya siapa, musim tanam pertama itu menanam apa, pupuknya yang dibutuhkan tiga masa tanam itu berapa. Setelah itu disepakati, baru disusun dokumennya sama PPL wilayah binaan (wibi),” lanjutnya.

Setelah itu dokumen diserahkan ke masing-masing poktan untuk diteliti. Jika sudah dinilai benar, dokumen ini akan ditandatangani ketua poktan, ketua gabungan kelompok tani (gapoktan) hingga kepala desa. ”Nantinya dokumen ini disusun dan dikumpulkan se kabupaten dan diserahkan sampai ke kementerian,” imbuhnya.

Priadi tak menampik jika setiap tahun jumlah usulan pupuk yang tertuang dalam RDKK selalu jauh lebih besar dari jumlah realisasi yang didapat dari pemerintah pusat.

Pihaknya beralasan hal ini berkaitan dengan alokasi dana yang tersedia di Kementerian Pertanian.

”Misalnya tahun ini, RDKK kami permintaannya 173 ribu ton. Realisasi hanya 80 ribu ton, cuma 42 persen. Jumlahnya turun dari tahun 2019 yang realisasinya 102 ton,” lontarnya.

Soal stok pupuk subsidi masih banyak meski alokasi dari Kementan lebih minim dari pengajuan, Priadi menyebut relatif.

”Cukup tidak cukup itu relatif. Kami akan mengalokasikan apa yang ada, apa yang kita dapat. Ada kecil ya dibagi kecil, ada banyak ya dibagi banyak,” sambungnya.

Seperti diberitakan, Kejari menyelidiki carut-marutnya distribusi pupuk subsidi di Jombang. ”Penyelidikan kami lakukan secara senyap oleh tim,” terang Yulius Sigit Kristanto, Kajari Jombang.

Tim menemukan kejanggalan tentang distribusi pupuk subsidi. ”Ada alokasi pupuk di RDKK yang jumlahnya lebih besar daripada yang diperuntukkan untuk Jombang. Yang aneh, ketika disalurkan ternyata masih ada stok pupuk. Berangkat dari itu, kami sudah melakukan pemeriksaan,” tandas Yulius.

Upaya pemanggilan sudah dilakukan penyidik. Sedikitnya 25 orang yang dianggap berkaitan dan tahu perihal penyaluran pupuk subsidi dimintai keterangan. ”Kami dapati ada indikasi penyalahgunaan wewenang dalam proses penyalurannya,” bebernya.

Selain itu ada pula dugaan permainan dalam penyusunan RDKK. ”Kami sudah memiliki data akurat terkait dengan dugaan penyalahgunaan wewenang penyaluran pupuk, dan ada dugaan pemalsuan pada saat pembuatan RDKK. Tidak mesti korupsi itu ada kerugian negara. Kami melihat ada dugaan manipulasi pada dokumen terkait dengan prosedur penyaluran pupuk bersubsidi,” tandas Sigit.

Dari hasil ekspose atau gelar perkara, penyidik akhirnya menaikkan statusnya dari tingkat penyelidikan ke penyidikan. ”Tinggal menentukan ke arah siapa tersangka dan melengkapi alat bukti,” tandasnya.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP