alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarjombang
Home > Jombang Banget
icon featured
Jombang Banget

Tangan Kreatif Suparto Ciptakan Wayang Berbahan Karpet

25 September 2020, 11: 45: 31 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Suparto bersama wayang berbahan karpet buatannya.

Suparto bersama wayang berbahan karpet buatannya. (ACHMAD RIZA W/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Berawal dari kegemarannya menikmati pertunjukan wayang kulit, Suparto kecil tergerak belajar membuat wayang. Hingga mencapai usia udah 75 tahun, dia banyak membuat produk wayang dari bahan karpet.

Rumahnya ada di Desa Sukodadi, Kecamatan Kabuh. Sejumlah tokoh pandawa, kurawa hingga lakon-lakon wayang kulit lainnya, berjajar rapi di tembok rumahnya.

”Wayang ini buatan saya sendiri, jadi ya dipakai sendiri, ya dijual juga,” ucap Suparto. Ia mengaku kebiasaan membuat wayang memang telah tumbuh sejak ia kecil. ”Sejak masih SR (sekolah rakyat) saya sudah bisa buat wayang. Sejak kecil memang penghobi wayang kulit dulu,” lanjutnya.

Berawal dari kegemarannya menikmati pertunjukan wayang, Suparto tumbuh keinginan membuat wayang. Dia pun mulai belajar membuat wayang dari bahan kertas kardus. Ia, baru serius menekuni usaha ini sejak lebih dari 10 tahun lalu.

Bermula saat ia merenovasi rumah dan menemukan lembaran karpet plastik yang digunakannya untuk tambahan atap rumah. ”Waktu itu, awalnya saya buat pandawa lima, ternyata laku dibeli sama orang Tulungagung,” tambahnya.

Sejak itu, ia kemudian mencoba kembali membuat wayang dari bahan yang sama. Ia membuat karakter punakawan. ”Saat dipajang, ternyata laku juga, baru kemudian saya mulai membuat wayang dengan bahan karpet ini sampai sekarang,” lontarnya.

Proses pembuatannya, diawali dengan membuat gambar dan pola pada karpet yang telah dibelinya. Suparto, memang telah menyiapkan pola-pola untuk tiap karakter wayang yang biasa dibuatnya. ”Setelah selesai, baru dipotong, setelah itu baru diukir detailnya pakai tatah,” lontarnya.

Proses ini, disebutnya bisa berlangsung seharian penuh. Setelah wayang rampung terbentuk, barulah proses pengecatan sesuai warna karakter dilakukan. ”Pokoknya satu wayang itu biasanya dua hari baru jadi,” tambahnya.

Kendati dibuat dari bahan dasar karpet, produk wayang buatannya tak kalah dengan wayang pada umumnya. Ia menjamin kualitas dan kemiripan wayang ini sesuai dengan pakem wayang yang berlaku.

”Kalau bentuknya ya persis sama kulit, bedanya kalau dipegang saja mungkin. Kalau wayang buatan saya ini gaya Solo, pakemnya pakem Solo,” lontarnya.

Untuk harga, wayang berbahan karpet buatannya dijual dengan harga yang lebih murah. Terlebih wayang buatannya ini lebih banyak dipajang daripada dimainkan. ”Kalau harganya 100 ribu sampai 200 ribu, tergantung ukuran saja,” pungkasnya.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP