alexametrics
Jumat, 23 Apr 2021
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Tembus Pasar Internasional, Produk UMKM dari Jombang Semakin Bersinar

24 September 2020, 07: 34: 36 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Geliat usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Jombang tahun kedua masa pemerintahan Bupati Hj Mundjidah Wahab dan Wabup Sumrambah makin berkibar.

Geliat usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Jombang tahun kedua masa pemerintahan Bupati Hj Mundjidah Wahab dan Wabup Sumrambah makin berkibar. (Istimewa)

Share this      

JOMBANG – Geliat usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Jombang tahun kedua masa pemerintahan Bupati Hj Mundjidah Wahab dan Wabup Sumrambah makin berkibar. Tidak hanya laris manis di Jombang. Sejumlah UMKM bahkan bisa menembus paras internasional.

Seperti Okra Sejahtera yang menjual berbagai olahan makanan dari bahan tradisional. Serta Neychan brand gaun pesta untuk balita asli buatan wong Jombang.

“Usaha ini saya mulai 2012 dari beberapa produk saja, kini sudah banyak,” ungkap Akromudin, pelaku UMKM yang produksi segala makanan minuman berbahan baku lokal tradisional asal Sambong Dukuh Jombang. Di antara produk yang ia buat teh luntas, teh krokot, keripik pisang dengan berbagai rasa buah, serta keripik beluntas, pare, bunga pisang dan masih banyak lagi.

Baca juga: Realisasi Kain Seragam Gratis untuk Siswa Jombang Tuntas 100 Persen

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Jombang Muntholip

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Jombang Muntholip (Istimewa)

“Awalnya saya hanya buat keripik luntas dan bayam, mulai 2018. Setelah banyak pesanan dengan bahan baku lokal, akhirnya saya buat dan sampai sekarang banyak peminatnya,” tambahnya.

Bahan baku lokal diyakini memiliki sejumlah keunggulan. Sekaligus bisa memberi inspirasi kepada masyarakat, jika apapun yang ada di sekitar bisa dimanfaatkan. Bahan baku seperti daun luntas, bunga pisang, bayam, pare banyak ditemui dan tidak sulit dicari. 

Selain itu, ia juga berinovasi untuk membuat sesuatu yang lain. Seperti keripik pisang rasa buah yang diberi nama banaza. Menurutnya, berbeda keripik pisang rasa strowberi, apel, leci atau lainnya. Ia kemudian membuat formula varian rasa untuk dicampurkan agar produk buatannya tidak seperti yang dijual di pasaran.

Proses pembuatannya juga sangat sederhana. Ia masih menggunakan pengering manual, tidak menggunakan mesin, hingga pengemasan pun juga menggunakan alat sederhana dan bisa diikuti semua orang. “Saya pakai alat sederhana, saya ngemas pakai setrika, lebih mudah, cepat dan hemat,” jelas dia.

Meski begitu, kualitas produknya tak kalah dengan merk-merk terkenal. Makanannya tahan lama, tanpa menggunakan pengawet kimia. Produk olahan makanan minuman buatan Akromudin tidak hanya laku keras di sekitar Jombang dan Jawa Timur. Kesempatan mengisi bazar internasional juga ia ikuti. Usahanya tak sia-sia. Beberapa pelanggan datang dari Swiss, Hongkong, Singapora dan Belanda.

Sementara, Neyna Khikmiyah Hikmah salah satu produsen pakaian untuk balita juga raih keberhasilan. Produknya laris manis di luar pulau. Bahkan beberapa kali pembeli dari negara lain juga datang ke tempatnya. “Saya mulai usaha ini 2017, Alhamdulillah sampai hari ini sudah dikenal banyak orang,” beber warga Desa Kedungpapar, Kecamatan Sumobito ini.

Ia membuat produk pakaian anak-anak dengan kualitas premium. Diantaranya gaun pesta, bandana balita, sepatu rajut prewalker, masker dewasa dan anak, hingga pakaian untuk aqiqah dan baptis. Produknya laris di pasaran. Tidak hanya Jombang. Pelanggannya banyak tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan beberapa kali ia melayani pembeli yang datang dari Malaysia dan Timor Leste.

“Paling banyak pelanggan datang dari Jakarta dan luar pulau. Mungkin karena kualitasnya nyaman dipakai anak-anak karena full furing, bentuknya lucu. Harganya juga terjangkau,” pungkas Neyna.

Konsisten Berikan Bimbingan dan Pelatihan

DINAS Koperasi dan Usaha Mikro Jombang memang sangat konsisten memberikan bimbingan dan pelatihan. Pelatihan dilakukan untuk mendongkrak penjualan pelaku UMKM yang tujuan utamanya meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Jombang Muntholip menyampaikan, pelatihan dilakukan untuk mendongkrak penjualan pelaku UMKM. Dengan tujuan utama meningkatkan perekonomian masyarakat Jombang. Pelayanan yang diberikan kepada UMKM itu agar dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk dapat maju dan berkembang hingga terwujudnya masyarakat Jombang berkarakter dan berdaya saing.

Pelatihan akuntansi misalnya, sering dianggap remeh, tapi hal itu justru memberi manfaat yang besar dalam dunia usaha. “Selama ini pelaku usaha mikro jarang membuat laporan usaha. Dengan kegiatan ini diharapkan pelaku usaha bisa membuat laporan kegiatan dan usaha,” jelasnya.

Berbagai pelatihan dan pembinaan ke depan akan terus dilakukan untuk mendukung semua pelaku UMKM di Jombang. “Agar mereka bisa berkembang dan mengangkat perekonomian masyarakat,” tegas pria yang pernah menjabat Kepala Dinas P dan K Jombang ini.

Seperti yang dirasakan Akromudin dan Neyna yang menerima manfaat dari pelatihan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Jombang. Sehingga usaha keduanya maju pesat bahkan menembus pasar internasional.

“Banyak sekali pelatihan yang diberikan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, yang paling penting pelatihan promosi dan promosi online. Hal itu sangat membantu terutama di promosi dan standarisasi produk meliputi packing dan label,” sebut Akromudin.

Selain itu, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Jombang juga melayani prosedur perizinan UMKM, pelatihan standarisasi produk, manajemen usaha, akuntansi, hingga pelatihan promosi langsung dan promosi online.

Menurut Neyna, bergabung dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Jombang selain bisa membantu manajemen agar lebih tertata. Jaringan dengan pengusaha-pengusaha lain juga dapat dijalin dari pertemuan yang diadakan.

“Dulu pernah ikut pelatihan ekspor di Malang, diberi tips dan trik untuk pengiriman ke luar negeri. Bersyukur sekali, manfaatnya sangat banyak, juga bisa kenal dengan sesama pengusaha,” pungkasnya.

(jo/wen/mar/JPR)

 TOP