alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Satu Pelajar SMK di Jombang Meninggal, Hasil Uji Swab Positif Covid-19

23 September 2020, 15: 52: 52 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Koordinator Bidang Penanganan Gugus Tugas Percepatan penanganan (Gugas PP) Covid-19 Jombang, dr Pudji Umbaran

Koordinator Bidang Penanganan Gugus Tugas Percepatan penanganan (Gugas PP) Covid-19 Jombang, dr Pudji Umbaran (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG - Sempat menjalani perawatan di RSUD Jombang, satu pelajar salah satu sekolah di Jombang Senin (21/9) meninggal dunia. Dari hasil uji swab, pelajar itu dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Koordinator Bidang Penanganan Gugus Tugas Percepatan penanganan (Gugas PP) Covid-19 Jombang, dr Pudji Umbaran membenarkan satu pelajar usia 18 tahun meninggal dunia positif Covid-19. ”Jadi memang benar, pelajar tersebut awalnya kami rawat. Dia mengalami demam tinggi dengan trombosit menurun,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Pelajar SMK yang diketahui asal Desa Sumberjo, Kecamatan Jombang ini memiliki hasil screening reaktif. Kemudian dilakukan swab ternyata positif Covid-19. ”Dia masuk Minggu (20/9), kemudian Senin (21/9) pagi kita swab dan positif. Namun, karena trombosit semakin menurun, akhirnya meninggal pada malam kemarin,” tambahnya.

Meski diketahui positif Covid-19 dari hasil uji swab, Pudji menegaskan jika penyebab utama kematian pelajar disebabkan trombosit atau penyakit yang diderita. ”Jadi, kalau disebabkan Covid-19 tidak. Dia meninggal karena sakit yang dideritanya,” jelas dia.

Pasalnya, tidak ada tanda-tanda respiratorik atau turunnya pH darah yang disebabkan proses abnormal paru-paru. ”Tidak ada tanda, dia meninggal karena Covid-19 pada paru-parunya. Hanya memang, dari hasil swab terkonfirmasi Covid-19,” jelas dia.

Pudji sendiri tidak mengetahui asal sekolah mana pelajar tersebut. Ia mengaku fokus pada penanganan penyakit yang diderita pasien. ”Kita fokus pada penanganan penyakitnya,” jelas dia.

Menyusul hasil swab positif Covid-19, maka pemakaman dilakukan sesuai protokol Covid-19. Yakni penanganan dilakukan pihak tenega kesehatan (nakes) dari RSUD. ”Karena positif Covid-19, maka pemakaman menggunakan protokol Covid-19,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jombang Trisilo Budi Prasetyo mengaku belum mengetahui adanya satu pelajar di jenjang SMK/SMA yang meninggal poisitif Covid-19. ”Saya belum menerima informasi, karena masih ada tugas di Surabaya. Namun, kalau positif, setahu saya belum ada, selain satu siswa yang awal awal dulu,” ujar dia.

Dia menambahkan, ada sekitar 13 SMA yang mengadakan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas. ”Sekarang berjalan 11 sekolah. Yang dua sekolah menyatakan ketidaksiapannya untuk uji coba tatap muka,” pungkasnya.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP