alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Covid-19 di Jombang Lagi Tambah 11 Kasus Positif Baru

23 September 2020, 15: 47: 24 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Budi Winarno, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (Gugas PP) Covid-19 Kabupaten Jombang.

Budi Winarno, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (Gugas PP) Covid-19 Kabupaten Jombang. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Persebaran wabah Covid-19 di Kabupaten Jombang kian mengkawatirkan. Per Selasa kemarin (22/9), bertambah lagi 11 warga terpapar Covid-19. Sehingga, secara kumulatif, kasus Covid-19 di Jombang mencapai 825 kasus.

Budi Winarno juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (Gugas PP) Covid-19 Kabupaten Jombang membenarkan ada 11 tambahan baru. ”Dari jumlah sebelumnya 814, kini menjadi 825 kasus,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Budi menambahkan, penambahan 11 kasus baru tersebar di delapan wilayah kecamatan. Di antaranya, Kecamatan Jombang dua kasus, Kecamatan Peterongan dua kasus, Kecamatan Sumobito satu kasus, Kecamatan Diwek dua kasus, Kecamatan Mojowarno satu kasus, Kecamatan Kesamben satu kasus, Kecamatan Perak satu kasus dan Kecamatan Megaluh satu kasus.

Sehingga, dari 21 kecamatan di Jombang, hanya ada tiga wilayah saja yang masuk zona putih alias tanpa sebaran Covid-19. ”3 wilayah itu, Kecamatan Kabuh, Bareng dan Wonosalam,” tambahnya.

Selain kasus penambahan kasus positif baru, ada lima tambahan kasus terkonfirmasi sembuh. Di antaranya,  Kecamatan Mojoagung satu kasus, Kecamatan Diwek dua kasus, Kecamatan Perak satu kasus dan Kecamatan Bandarkedungmulyo satu kasus. ”Dengan tambahan itu, total pasien terkonfirmasi yang sembuh genap 600,” jelas dia.

Di samping dua hal itu, ada satu tambahan kasus terkonfirmasi meninggal. Sehingga, secara kumulatif, kasus meninggal akibat Covid-19 mencapai 76 kasus. ”Tambahan 1 meninggal dari Kecamatan Jombang,” tandas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jombang ini.

Ditanya tentang penanganan pasien, Budi menyebut tidak semua pasien menjalani perawatan di rumah sakit. Sebagian menjalani isolasi mandiri di rumah karena tanpa gelaja. ”Untuk yang isolasi mandiri ada 76 orang,” jelas dia.

Sedangkan, sebanyak 73 pasien lainnya menjalani perawatan baik di rumah sakit. ”Ada yang di rs Jombang maupun di rumah sakit di luar Jombang,” imbuhnya.

Rinciannya, 38 pasien dirawat di RSUD Jombang, satu di RSUD Ploso, enam di RSK Mojowarno, enam di RSI Jombang, dua di RS Pelengkap, delapan di RSNU Jombang, satu di RS Unipdu Medika Jombang dan sisanya menyebar di RS luar Kabupaten Jombang. ”Lainnya sebanyak 11 pasien menjalani perawatan di luar Jombang,” pungkasnya.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP