alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Naik ke Penyidikan, Kasus Dana Hibah KONI Jombang Segera Ada Tersangka

23 September 2020, 11: 25: 10 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Sekretariat KONI Jombang

ILUSTRASI: Sekretariat KONI Jombang (AZMY ENDIYANA Z/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Jombang masuk babak baru. Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang meningkatkan status dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Kepala Kejari Yulius Sigit Kristanto menyebut telah menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) untuk kasus ini. Surat tersebut bernomor 02/F.5.25/FD.1/09/2020 tertanggal 21 September 2020.

”Sudah beralih status. Penyidikan untuk menentukan siapa tersangkanya, dan apa alat buktinya,” terang Yulius, kemarin (23/9). Mantan Kajari Labuhan Bajo ini menyebut, peningkatan status dilakukan setelah melalui serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan.

”Setelah kami cek satu persatu kebenaran dari dokumen itu, akhirnya kami bersepakat untuk meningkatkan kasus KONI ke tahap penyidikan,” tegas Sigit.

Dia menambahkan dalam proses penyelidikan ada temuan yang mengarah terjadinya kerugian negara selama tiga tahun anggaran dana hibah. Nilainya berkisar antara Rp 100 hingga Rp 200 juta.

”Ini masih temuan awal yang bisa kami buktikan sekarang. Tentu dalam proses penyidikan akan tetap kami lakukan pendalaman lagi,” tuturnya.

Dalam kasus KONI ia merinci ada dua pos penggunaan anggaran yang cukup besar. Pertama untuk kesekretariatan dan cabang olahraga. Kedua pos ini masing-masing terdapat laporan penggunaan anggaran. ”Semuanya kami lakukan pemeriksaan,” terangnya.

Anggaran kesekretariatan mencapai Rp 700 juta per tahun. ”Untuk cabang olahraga, anggaran dibagi per cabang berdasarkan kebutuhan. Tapi dalam pelaksanaan, ada droping anggaran langsung ke cabor. Rata-rata 20-25 juta,” paparnya.

Berdasar laporan anggaran kegiatan ini, Yulius menyebut penyidik melakukan pemeriksaan secara detail. ”Kami lakukan pemeriksaan satu persatu, sehingga proses ini lama,” tandasnya.

Yulius menegaskan tim sudah bekerja maksimal untuk secepatnya menuntaskan penyidikan. ”Setelah ini masih ada pemeriksaan lagi di tingkat penyidikan. Setelah itu baru mencari siapa tersangka dan alat bukti,” tegas Sigit.

Untuk diketahui, KONI Jombang setiap tahun menerima hibah dari APBD Kabupaten Jombang. 2017 lalu, nilai hibah Rp 2 miliar. Kemudian 2018 sebesar Rp 2 miliar, dan 2019 sebesar Rp 2 miliar. Ditambah Rp 1,5 miliar dari P-APBD 2019.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP