alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Kerjasama dengan Wali Murid, SMPN 1 Jogoroto Beri Bantuan Paket Data

23 September 2020, 10: 37: 56 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kepala SMPN 1 Jogoroto Rudy Priyo Utomo, M.Pd. (kiri) memantau pembelajaran daring.

Kepala SMPN 1 Jogoroto Rudy Priyo Utomo, M.Pd. (kiri) memantau pembelajaran daring. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – SMPN 1 Jogoroto memiliki strategi khusus untuk mewujudkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring yang efektif dalam masa pandemi Covid-19. Ada tiga hal yang dilakukan yakni memberikan dukungan kepada guru, siswa serta menjalin kerjasama dengan orangtua/wali murid.

Kepala SMPN 1 Jogoroto Rudy Priyo Utomo MPd, menyampaikan dalam memberi dukungan kepada guru pihaknya menyediakan akses internet/wifi di sejumlah titik di lingkungan SMPN 1 Jogoroto. Mulai di ruang guru, TU, laboratorium komputer, laboratorium IPA dan ruang BK.

”Tujuannya agar guru mempunyai banyak pilihan tempat dalam melaksanakan PJJ dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan,” ujarnya, kemarin (22/9).

Selain itu, pihaknya juga memberikan bantuan paket internet untuk guru khususnya guru honorer. Sehingga semua guru bisa melaksanakan tugasnya dengan lancar. ”Kami juga mengadakan pelatihan guru dengan tutor teman sebaya tentang aplikasi pembelajaran daring seperti google form, google class room dan zoom meeting,” jelas dia.

Adapun dukungan terhadap siswa diberikan dengan bantuan paket internet yang juga bersumber dari dana BOS. Bagi siswa yang tidak mempunyai handphone, bisa melaksanakan pembelajaran kombinasi daring dan luring.

”Yaitu saat guru melaksanakan pembelajaran dengan daring, siswa ikut daring di handphone temannya (menggabung) dan saat mengerjakan tugas siswa mengerjakan tugas di kertas dan hasil pekerjaannya diantarkan ke guru di sekolah melalui wali kelas atau guru BK,” bebernya.

Selain dua upaya itu pihaknya juga menjalin kerjasama dengan para orang tua. Dengan meminta orangtua untuk mengawasi dan memfasilitasi anaknya saat mengikuti PJJ. ”Saat PJJ dilaksanakan guru, orangtua harus mengawasi anaknya dan mengingatkan untuk mengerjakan dan mengirimkan tugas” tegasnya.

Menyambut masa new normal, pihaknya sudah menyiapkan sarana prasana untuk kegiatan tatap muka terbatas jenjang SMP. Memperbanyak tempat cuci tangan, membersihkan sekolah dengan penyemprotan disinfektan, memperbanyak alat pengukur suhu tubuh (termogun), memberikan pelindung wajah (face shield) kepada guru.

”Sejumlah persiapan kita matangkan untuk menyambut pembelajaran tatap muka,” pungkas Rudy.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP