alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Tipu Pengusaha Tas, Sales Asal Gresik Dibekuk Polsek Mojowarno

21 September 2020, 16: 28: 34 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ahmad Fatkhullah, 35, sales dompet asal Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik, dibekuk Unit Reskrim Polsek Mojowarno Kamis (17/9) lalu. Tersangka terlibat aksi penipuan di wilayah Mojowarno.

Ahmad Fatkhullah, 35, sales dompet asal Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik, dibekuk Unit Reskrim Polsek Mojowarno Kamis (17/9) lalu. Tersangka terlibat aksi penipuan di wilayah Mojowarno. (IST/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Ahmad Fatkhullah, 35, sales dompet asal Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik, dibekuk Unit Reskrim Polsek Mojowarno Kamis (17/9) lalu. Tersangka terlibat aksi penipuan di wilayah Mojowarno.

”Ditangkap saat bersembunyi di Dusun Grogolan, Desa Rejoslamet. Pelaku sebenarnya ada tiga orang, yang dua masih buron,” terang Kapolsek Mojowarno AKP Yogas.

Penangkapan ini bermula dari laporan Asep Sumpena, 22, warga Kabupaten Garut, Jawa Barat yang ditipu komplotan Ahmad Fatkhullah. Kejadiannya berlangsung Selasa (8/9) lalu.

Saat itu Asep membuat janji dengan Ahmad Fatkhullah bersama UG dan KS (dua pelaku buron). Asep yang juga seorang produsen tas sekolah, diminta datang ke sebuah ruko di Desa Mojoduwur mengantar pesanan tas.

”Kedatangan korban untuk mengantarkan pesanan AF,” lanjut Yogas. Untuk mengelabuhi korban, Ahmad Fatkhullah sudah menyiapkan ruko kosong. Ia dan UG, menunggu di depan ruko yang sebelumnya sudah dipasangi spanduk abal-abal.

”Di depan toko kosong dipasang banner, tulisannya ‘Grosir Sepatu dan Tas Haji Syukur,” bebernya Yogas.

Saat korban datang, pelaku berpura-pura menunggu anak buahnya yang membawa kunci tuko. ”Korban berhasil dipengaruhi sehingga mau menurunkan barang-barang di depan toko. Jumlahnya ada 90 lusin,” bebernya.

Usai menurunkan barang, pelaku membujuk korban dengan mengajak makan di rumah UG. Tak sadar niat jahat pelaku, korban mau saat diminta mengikuti UG yang mengendarai motor.

Bukannya menuju rumah UG, korban malah dibawa berkeliling sekitaran wilayah Mojowarno melewati jalan sempit hingga masuk ke sebuah gang buntu.

Saat itu juga Asep dan truk box yang sudah terjebak di dalam gang, ditinggal UG kabur. Di waktu yang sama, Ahmad Fatkhullah dan KS, anggota komplotan lainnya dengan cepat mengangkut seluruh tas yang sudah dibongkar di depan ruko. Lalu membawa lari menggunakan pikap box Grandmax nopol S 8201 WG.

”Saat korban kembali ke ruko, tasnya sudah hilang bersih dibawa lari. Banner toko yang dipasang juga sudah dilepas. Korban melapor ke polsek dengan kerugian senilai 45 juta,” lontar Yogas.

Usai menerima laporan korban, polisi bergerak melakukan penyelidikan. Polisi berhasil mengendus keberadaan Ahmad Fatkhullah yang sembunyi di Dusun Grogolan.

Dalam penggerebekan itu, didapati 40 lusin tas yang masih disimpan pelaku di salah satu gudang. ”40 lusin tas belum terjual, pikap box yang digunakan beraksi juga diamankan. Untuk UG dan KS masih dalam pengejaran,” rincinya.

Atas perbuatannya, pelaku harus meringkuk di sel tahanan. Ia dijerat pasal 378 subsidair pasal 372 KUHP. ”Pasalnya pencurian dengan penggelapan,” pungkasnya.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP