alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Dua Hari, 43 Kasus Covid-19 Baru Muncul di Kabupaten Jombang

21 September 2020, 16: 19: 21 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Covid-19

ILUSTRASI: Covid-19 (ISTIMEWA)

Share this      

JOMBANG – Penyebaran Covid-19 di Jombang masih belum terbendung. Dalam dua hari terakhir, tercatat muncul 43 kasus positif baru. Secara kumulatif, angka Covid-19 sudah tembus 787 kasus.

Data yang dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang Sabtu (19/9) pukul 14.00 WIB, kasus baru yang muncul sebanyak 39 kasus dan dua sembuh. Paling banyak di Kecamatan Jombang dengan 11 kasus, Kecamatan Peterongan 12 kasus, Kecamatan Sumobito tiga kasus, Kecamatan Jogoroto, Ngoro, Kudu masing-masing dua kasus.

Selain itu Kecamatan Mojoagung, Diwek, Mojowarno, Tembelang, Megaluh,  Gudo, dan Ngusikan, masing-masing bertambah satu kasus.

Sedangkan Minggu (20/9), kasus Covid-19 baru mencapai lima kasus, dua kasus meninggal dunia, dan dua sembuh. Lima tambahan kasus baru berasal dari Kecamatan Sumobito, Mojoagung, Mojowarno, Perak, dan Bandar Kedungmulyo.

Selain itu dua tambahan pasien sembuh dari Kecamatan Sumobito dan Ngusikan. Dua tambahan pasien meninggal dari Kecamatan Sumobito dan Mojoagung.

Koordinator Bidang Penanganan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (Gugas PP) Covid-19 Kabupaten Jombang dr Pudji Umbaran membenarkan adanya tambahan kasus ini.

”Dari data yang keluar, jumlah pasien kembali bertambah banyak,” ucapnya. Pihaknya menyebut tak tahu pasti dari mana seluruh pasien ini. Termasuk soal apakah pasien satu kecamatan terindikasi dari klaster baru.

”Kalau masalah klaster dan asalnya, saya sendiri kurang paham. Data itu yang pegang Dinas Kesehatan,” lontarnya.

Dia menyebut Gugas PP sudah tak sesering dulu melakukan konsolidasi. Data itu menurutnya juga jarang keluar dari Dinkes. ”Data yang saya tahu, yang di RSUD saja. Sampai kemarin masih landai saja, stabil pasien masuk,” pungkasnya.

Terpisah, Kabid P2P Dinas Kesehatan Jombang Wahyu Sri Harini menyebut, banyaknya tambahan kasus sejak Sabtu (19/9) karena jumlah sampel menumpuk. ”Yang kemarin banyak dari penumpukan kasus suspect yang baru keluar hasil pemeriksaannya,” jawab Wahyu melalui pesan singkat WhatsApp. (riz)

Sementara dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Jombang pada Jumat (18/9), jumlah pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mendiri di rumah masih 16 orang. Sehari berselang atau Sabtu (18/9), angkanya melonjak drastis menjadi 47 pasien.

Kemudian pada Minggu (20/9), pasien positif Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri naik menjadi 53 pasien.

Wahyu menyebut banyak pasien baru yang menjalani isolasi mandiri. ”Kebanyakan tanpa gejala atau gejala ringan. Jadi banyak yang isolasi mandiri dalam pemantauan puskesmas,” singkatnya.

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP