alexametrics
Minggu, 25 Oct 2020
radarjombang
Home > Jombang Banget
icon featured
Jombang Banget

Pakai Panel, Produksi Kubah Masjid di Krembangan Dikerjakan Manual

21 September 2020, 11: 20: 41 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Sentra produksi kubah masjid banyak ditemui di Kabupaten Jombang. Salah satunya di sebuah bengkel wilayah Dusun Pesantren, Desa Krembangan, Kecamatan Gudo.

Sentra produksi kubah masjid banyak ditemui di Kabupaten Jombang. Salah satunya di sebuah bengkel wilayah Dusun Pesantren, Desa Krembangan, Kecamatan Gudo. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG - Sentra produksi kubah masjid banyak ditemui di Kabupaten Jombang. Salah satunya di sebuah bengkel wilayah Dusun Pesantren, Desa Krembangan, Kecamatan Gudo. Meski terlihat sederhana, proses produksinya ternyata berlangsung sangat rumit dan memakan waktu.

Saat Jawa Pos Radar Jombang tiba di bengkel ini, seorang pria terlihat sibuk dengan kerangka besi. Di sekiling rumah ini, beberapa kubah besar nampak teronggok. Beberapa telah jadi dengan warna warninya. Namun beberapa pula terlihat setengah jadi, bahkan masih berupa rangka.

Ia bernama Aris Darmawan. “Ini panel, untuk kubah,” ucapnya mengawali pembicaraan. Ia bercerita seputar pembuatan kubah masjid. Prosesnya panjang, detail, dan harus benar-benar diperhatikan.

Pertama adalah menentukan ukuran kubah yang akan dipesan, juga modelnya. “Kalau saya, ada tiga model biasanya. Model bawang, tiga perempat, dan setengah bola. Semakin besar dan rumit modelnya, semakin lama prosesnya,” lanjutnya.

Jika sudah ditentukan, proses selanjutnya adalah membuat kerangka dan panel yang akan digunakan. Aris menyebut kubah dengan diameter di bawah satu meter, pembuatan bisa dilakukan di bengkelnya. “Tapi kalau di atas itu, biasanya akan dibentuk langsung di tempatnya. Karena terlalu besar dan akan sedikit kesulitan membawanya,” lanjutnya.

Saat beberapa pekerjanya membuat kerangka, ia bersiap membuat panel untuk menutup kerangka. Berbeda dengan pembuatan kerangka, pembuatan panel bisa dilakukan seluruhnya di bengkel. “Bahannya bisa galvalum atau enamel juga. Dipotong, terus dibentuk kotak kecil-kecil. Baru dicat,” tambah Aris.

Setelah siap, baru panel akan ditempel ke kerangka yang sudah disediakan. Proses penempelan ini, disebutnya harus hati-hati. Karena warna kubah biasanya akan membentuk pola-pola tertentu sesuai pesanan “Dari nol sampai selesai itu paling cepat satu minggu sampai dua minggu. Kalau yang diameter di atas 4 meter, bisa sampai dua bulan,” tambahnya.

Untuk harga, ia menyebut setimpal dengan ribetnya proses pembuatan. Kubah dengan model kecil dan sederhana, dibandrol dengan harga paling murah Rp 3 juta. “Kalau harga ya kembali lagi lihat kerumitan sama ukuran. Ukuran besar, malah harganya per meter,” pungkasnya.

Andalkan Momen Keagamaan

BISNIS produksi kubah masjid telah dijalani Aris Darmawan sejak 2013. Sejak itu pula, ia menyebut bisnis ini hanya bisa mengandalkan momen tertentu. Tak setiap hari laku, dan tak setiap hari pula ada pekerjaan.

“Sudah sejak 2013. Awalnya ikut orang, akhirnya tiga tahun ini membuat sendiri,” terangnya. Ia mengakui tak setiap bulan menerima pesanan kubah. Selain pesanan kubah yang tak setiap hari ada, proses pekerjaan juga memakan waktu.

“Sebulan itu paling banyak dua. Apalagi kalau sudah pesanan kubah besar, sebulan satu sudah maksimal. Karyawan juga baru empat orang,” lontarnya. Menurut Aris, pesanan biasanya membeludak di momen yang berhubungan dengan peringatan hari besar Islam. “Paling banyak memang ketika menjelang lebaran, menjelang ramadan, dan sebagainya,” lanjutnya.

Meski demikian ia menyebut punya trik agar usahanya bisa terus berjalan. Salah satunya dengan membuka layanan perbaikan kubah. “Kalau mengandalkan pesanan baru saja, ya susah. Jadi di sini juga ada layanan perbaikan. Pekerjaannya juga lebih ringan,” pungkasnya.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP