alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Soal Seragam Batik dan Olahraga, Pemkab Jombang Pasrah ke Wali Murid

21 September 2020, 06: 48: 07 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

DIBAGIKAN: Kain seragam gratis dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diserahkan ke masing-masing sekolah.

DIBAGIKAN: Kain seragam gratis dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diserahkan ke masing-masing sekolah. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Pengadaan seragam batik dan olahraga bagi siswa baru jenjang SD/MI dan SMP/MTs, tahun ini diserahkan wali murid. Ini setelah Pemkab Jombang tidak memberi bantuan kain seragam batik maupun olahraga.  

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Jombang Jumadi membenarkan hal ini. Menurutnya, Pemkab Jombang sebagaimana visi misi bupati dan wakil bupati, tahun ini memberikan dua kain seragam. Yakni kain seragam nasional dan pramuka. Seragam nasional itu biru putih untuk SMP/MTs dan merah putih untuk SD/MI.

”Sementara untuk seragam batik dan olahraga kami serahkan ke sekolah yang mengoordinasikan dengan wali murid,” ujarnya. Karena diserahkan ke wali murid itulah maka otomatis biaya pembelian seragam menjadi tanggungan orang tua masing-masing.

Hanya saja, Jumadi tak mewajibkan pengadaan seragam batik ini. ”Kalau batik itu kan biasanya dipakai Rabu dan Kamis. Itu kami serahkan ke mereka,” tambahnya.

Terkait pengadaan batik ini, lanjut Jumadi, sebenarnya Dinas P dan K Jombang sebenarnya sudah melakukan koordinasi dengan dinas terkait.

Termasuk Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang mengenai motif yang dipakai. Namun karena sejak Maret ada pandemi, maka anggaran dinas banyak yang direfocusing untuk penanganan dan penanggulangan Covid-19. ”Karena tahun ini urgent maka tidak dilakukan,” tegas dia. 

Sementara itu, Ketua MKKS SMPN Jombang Alim menyampaikan pengadaan seragam batik dan olahraga sepenuhnya bakal diserahkan ke wali murid. Sebelum siswa kembali masuk sekolah nanti, wali murid akan dikumpulkan bersama komite sekolah untuk membicarakan pengadaan seragam batik dan olahraga.

”Kami hanya memfasilitasi untuk mempertemukan wali murid dengan komite. Untuk pengadaan dan pembelian kami serahkan kepada mereka,” jelasnya. Dengan kata lain, baik sekolah maupun guru tidak ingin ikut terlibat di dalamnya. “Makanya kami serahkan ke walimurid bersama komite nanti,” jelas dia.

Saat ini, sosialisasi belum dilakukan karena pihaknya masih fokus mendistribusikan bantuan kain seragam dari Pemkab Jombang. Apalagi, dalam masa pandemi pengumpulan masa dalam jumlah banyak juga dilarang. ”Sekarang masih memprioritaskan pendistribusian kain seragam dari Pemkab Jombang,” pungkas Alim.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP