alexametrics
Minggu, 25 Oct 2020
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Pemkab Jombang Bakal Naikkan Denda Bila Warga Bandel Tak Pakai Masker

20 September 2020, 08: 08: 02 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: sidang pelanggaran tak menggunakan masker di Ringin Contong beberapa waktu lalu.

ILUSTRASI: sidang pelanggaran tak menggunakan masker di Ringin Contong beberapa waktu lalu. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Sekda Akhmad Jazuli memberi sinyal bakal menaikkan denda yang dikenakan bagi pelanggar masker. Saat ini, warga yang tidak memakai masker di luar rumah cuma didenda Rp 50 ribu.

“Jika pekan depan masih ada yang tidak pakai masker, akan didenda Rp 150 ribu,” tegasnya, kemarin. Jazuli menjelaskan, ada dua payung hukum yang bisa digunakan menjerat pelanggar protokol kesehatan ini. Pertama, Perbup 57/2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Disitu disebutkan, warga yang tidak memakai masker di luar rumah maupun di tempat umum akan dikenai denda Rp 100 ribu. Kedua, Pergub Jatim 53/2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Disana disebutkan, warga yang tidak memakai masker bisa dikenai denda maksimal Rp 500 ribu.

“Sekarang ini hanya didenda Rp 50 ribu karena kearifan lokal. Khawatir Rp 500 ribu terlalu memberatkan warga,” jelas mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto ini.

Setelah dianalisa dalam sepekan ini ternyata masih banyak warga yang meremehkan penggunaan masker saat berada di luar rumah. Jika warga terus membandel, lanjut dia, nilai denda akan berangsur dinaikkan. Jika pekan depan tetap melanggar, akan didenda Rp 150 ribu.

Jika pekan depannya lagi tetap melanggar, didenda Rp 250 ribu. Jika bulan depan tetap melanggar lagi, bisa dikenai denda maksimal Rp 500 ribu.

“Demi keselamatan bersama, kita berharap semua warga memakai masker,” ucap pejabat yang bulan lalu sempat terkena Covid-19 ini.

(jo/jif/mar/JPR)

 TOP