alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Kondisi Temuan Benda Kuno Rusak Parah, Peluang Studi Lanjutan Kecil

20 September 2020, 08: 01: 42 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Beberapa benda kuno yang ditemukan di wilayah Dusun Mlaten, Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro.

Beberapa benda kuno yang ditemukan di wilayah Dusun Mlaten, Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Peluang dilakukannya studi lanjutan terhadap temuan baru beberapa benda kuno di Dusun Mlaten, Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, sangat kecil. Ini setelah kondisi situs secara umum dalam keadaan rusak parah.

“Sayang sekali harus kita katakan secara umum kondisi situs sudah rusak, khususnya yang masuk wilayah Jombang,” terang Wicaksono Dwi Nugroho Arkeolog BPCB Jawa Timur, kemarin.

Dalam peninjauan itu, diidentifikasi dua struktur bangunan besar di dua lokasi berbeda dalam satu galian. Dua struktur bangunan itu berada di dua kabupaten berbeda.

Pertama struktur bata setebal lima lapis di tengah galian yang masuk di wilayah Desa Rejoagung. Kedua, struktur yang masih terbuka separo di sisi timur dengan ketebalan delapan lapis bata yang masuk wilayah Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri.

Di sekitar struktur, ditemukan pula ratusan pecahan dan temuan pendukung lain yang kondisinya juga rusak. “Ada pipisan, gandik, vas, jambangan, bak air dalam kondisi pecah, kendi. Saya tidak melihat genting, karena temuannya cukup banyak berupa wadah, kondisinya juga rusak,” lanjutnya.

Khusus untuk temuan struktur di wilayah Jombang, pihaknya menyebut tak bisa lagi diselamatkan karena kondisi sudah rusak parah. Selain temuan struktur yang tersisa sangat kecil, ke dalam kerukan yang melampaui lapisan budaya. “Sudah semua lahan tergali dan sampai dalam, walaupun memang ada struktur bata yang menempel, bentuknya sudah rusak, karena lapisan budaya sudah terangkat,” lontar dia.

Karena itulah temuan di Rejoagung tak mungkin dilakukan penyelamatan ataupun studi lanjutan. “Kalaupun dipaksakan, tidak ada data lagi yang bisa kita dapat, jadi sangat percuma,” imbuhnya. Namun, struktur yang masih terpendam itu masih ada kemungkinan ditindaklanjuti. “Tapi karena wilayahnya masuk Kediri, jadi ya kita koordinasi sama Kediri,” pungkasnya.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP