alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Situs Sumberbeji di Kecamatan Ngoro Ditetapkan Cagar Budaya Kabupaten

20 September 2020, 07: 59: 36 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Anom Antono, Plt Kabid Kebudayaan

Anom Antono, Plt Kabid Kebudayaan (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Situs petirtaan Sumberbeji di Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, dan empat cagar budaya lain resmi memiliki status hukum yang jelas. Menyusul hasil kajian cagar budaya dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur yang merekomendasikan penetapkan lima cagar budaya tingkat kabupaten.

”Kami menerima surat hasil kajian cagar budaya dari Pemprov Jatim dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang merekomendasikan lima objek untuk ditetapkan cagar budaya tingkat kabupaten,” ujar Anom Antono Plt Kabid Kebudayaan, kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Dijelaskan, lima cagar budaya itu di antaranya, Candi Arimbi di Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Prasasti Tengaran di Desa Tengaran, Kecamatan Peterongan, Prasasti Munggut di Desa Katemas, Kecamatan Kudu, Yoni Gambar di Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno dan Situs Sumberbeji, di Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro.

”Rencana hari Senin (21/9) besok kita teruskan ke bagian hukum untuk selanjutnya menunggu penetapan SK bupati,” tambah Anom.

Anom menjelaskan, ibarat seorang anak, cagar budaya setelah ditetapkan sudah memiliki akta kelahiran. Sehingga, status hukum terhadap objek budaya tersebut jelas. Apalagi, sesuai UU 11/2010 tentang Cagar Budaya, sebuah objek harus mendapat predikat penetapan mulai tingkat dasar, yakni kabupaten/kota agar bisa diusulkan ke provinsi atau bahkan ke tingkat nasional.

”Situs Sumberbeji rencana kita naikkan atau usulkan ke tingkat provinsi, agar nanti dapat dikembangkan serta memberikan manfaat untuk masyarakat Jombang,” terangnya.

Selama ini, pendapatan asli daerah (PAD) dari cagar budaya di Jombang belum ada sama sekali. Menyusul belum adanya kejelasan status terhadap cagar budaya yang ada di Jombang. Sehingga, jika nanti ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat kabupaten atau tingkat provinsi, paling tidak dapat memberikan sumbangan PAD untuk Kabupaten Jombang.

”Kita juga belum memiliki payung hukum terkait pengelolaan cagar budaya. Untuk itu, kita berencana mengusulkan ke dewan mengenai raperda tentang cagar budaya. Insya Allah Senin juga kami sampaikan,” tutur pria asli Kecamatan Tembelang ini.

Disinggung mengenai rencana ekskavasi situs Sumberbeji yang akan dilakukan Pemprov Jatim, Anom membenarkan.

”Ya memang rencananya akan segera dilakukan. Sebenarnya kami juga berencana melakukan ekskavasi, namun karena anggaran yang kami siapkan terkena refocusing anggaran untuk penanggulangan Covid-19, maka kita tunda tahun depan,” pungkasnya.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP