alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Delapan Titik Penambangan Pasir di Bugasur Kedaleman Dipastikan Ilegal

18 September 2020, 17: 58: 02 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Aktivitas penambangan pasir di Sungai Konto wilayah Desa Bugasur Kedaleman, Kecamatan Gudo.

Aktivitas penambangan pasir di Sungai Konto wilayah Desa Bugasur Kedaleman, Kecamatan Gudo. (AZMY ENDIYANA Z/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Maraknya aktivitas penambangan pasir di Sungai Konto wilayah Desa Bugasur Kedaleman, Kecamatan Gudo, menjadi atensi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang. Kemarin (17/9), tim bergerak ke lokasi mengecek aktivitas penambangan.

”Ada delapan titik yang masuk wilayah Jombang dan itu dipastikan ilegal,” tegas Amin Kurniawan, Kabid Konservasi DLH Jombang. Sekira pukul 12.00 WIB, kendaraan petugas DLH tiba di lokasi. Tidak seperti biasa, tim DLH berangkat sendiri tidak bersama satpol PP.

Petugas menyisir area yang menjadi titik kegiatan penambangan. Seolah tak menghiraukan kedatangan petugas, para penambang tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa. ”Ada sedikitnya 12 titik galian yang beroperasi di sana,” imbuhnya.

Selain melakukan pendataan, petugas juga identifikasi titik koordinat lokasi penambangan pasir guna memastikan titik wilayah. Apakah masuk wilayah Kabupaten Jombang, atau masuk Kabupaten Kediri.

”Dari sekitar 12 titik, ada 4 titik yang tidak bisa diakses karena sulitnya medan,” bebernya. Selain itu, tim juga mengidentifikasi dampak kerusakan lingkungan akibat aktivitas penambangan di lokasi tersebut. ”Berapa area terdampak masih kita hitung,” bebernya.

Soal alasan tim belum menghentikan kegiatan sedot pasir ilegal, Amin belum memberi jawaban tegas. ”Kami akan melaporkan temuan di lapangan ke BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Brantas secepatnya. Besok (hari ini) kita akan kirim surat ke BBWS,” katanya.

Pihaknya juga enggan menanggapi peristiwa jebolnya tanggul yang diduga terkena dampak kegiatan penambangan. ”Kemarin tanggul pernah longsor, tapi apa karena tambang atau yang lain ini yang kami masih belum paham,” pungkas Amin.

Terpisah, Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Jombang Imam Bustomi menyatakan, kerusakan lingkungan akibat penambangan pasir di Desa Bugasur Kedaleman sudah pernah dilaporkan ke BBWS Brantas. Menurutnya, BBWS juga sudah pernah cek lokasi. “BBWS sudah pernah ke sana dan tahu kondisinya,” kata Bustomi.

Seperti diberitakan sebelumnya, aktivitas penambangan pasir di Desa Bugasur Kedaleman, Kecamatan Gudo dikeluhkan warga sekitar. Selain berdampak pada kerusakan lingkungan, irigasi warga juga terganggu. Warga mempertanyakan status izin penambangan dan mendorong segera dilakukan penindakan.

(jo/yan/fid/mar/JPR)

 TOP