alexametrics
Minggu, 25 Oct 2020
radarjombang
Home > Jombang Banget
icon featured
Jombang Banget

Belajar Otodidak, Warga Wonosalam Ini Kreatif Membuat Bonsai Kelapa

18 September 2020, 17: 51: 25 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Wiaji, 47, pria asal Wonosalam yang berhasil mengembangkan bonsai kelapa berbagai karakter.

Wiaji, 47, pria asal Wonosalam yang berhasil mengembangkan bonsai kelapa berbagai karakter. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

Bonsai kelapa mulai banyak digandrungi masyarakat, khususnya mereka pecinta tanaman. Adalah Wiaji, 47, pria asal Wonosalam berhasil mengembangkan bonsai kelapa berbagai karakter.

JOMBANG – Di sebuah rumah di Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, seorang pria paruh baya nampak sibuk dengan kegiatannya di atas kursi kayu. Di tangannya, sebuah kelapa kering nampak dipegangnya, satu tangannya yang lain, memegang pisau potong.

Dengan telaten, ia terlihat membentuk kelapa kering itu menjadi bentuk burung love bird. Bagian serabut, ia bentuk menjadi bagian badan dan kepala. Bekas kulit yang lebih keras, ia bentuk menjadi sayap.

Ia, juga terlihat mengecat bagian kepala dan sayap burung ini hingga penampakannya terlihat lebih menarik. ”Ini masih mentahan, prosesnya panjang sampai jadi bonsai kelapa,” terang Wiaji, 47, pembuat bonsai kelapa kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Ia, mengaku sudah setahun terakhir, menekuni usaha ini. Melihat banyaknya kelapa di sekitar rumahnya, dia pun tergerak membuat bonsai kelapa. terlebih, bonsai kelapa mulai banyak digandrungi masyarakat.

”Akhirnya saya mulai membuat bonsai, belajarnya juga otodidak. Biar semakin menarik dan berbeda, bonsainya saya bentuk berbagai macam karakter hewan,” ungkapnya.

Proses pembuatannya pun disebutnya cukup panjang. Dimulai dari mengupas kelapa kering dari kulitnya. Proses pengupasan harus dilakukan dengan teliti. Sebab, ia harus memikirkan bentuk karakter hewan yang bisa dibuat dari kelapa kering yang ada.

”Karakter ini sesuai pesanan saja, ada belalang, kura-kura hingga kalajengking, cuma yang lebih banyak masuk sekarang jenis burung,” lontarnya.

Setelah pembuatan karakter rampung, proses selanjutnya pengecatan. Selanjutnya, kelapa yang sudah dimodifikasi ini dimasukkan dalam baskom yang sudah terisi air. ”Ini supaya nanti hidup, proses ini butuh beberapa hari, sampai nanti muncul tunasnya,” tambahnya.

Meski dengan karakter yang ada bonsai ini bisa langsung dinikmati pembelinya. Namun, Wiaji menyebut pembelinya harus bersabar jika ingin melihat bentuk terindah dari bonsai ini.

Terlebih, perawatan juga harus dilakukan dengan teratur. ”Yang jelas sampai 6-8 bulan minimal baru kelihatan bagusnya, kalau mau yang sempurna bisa sampai satu tahun,” imbuh Wiaji.

Harganya pun lumayan. Satu bonsai kelapa hasil kerajinan tangannya bisa laku hingga Rp 100 ribu sampai Rp 500 ribu. ”Semakin rumit dan bagus modelnya, harganya semakin mahal,” pungkasnya.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP