alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Pulang dari RSUD Jombang, Pelaku Penusukan Istri Segera Diperiksa

17 September 2020, 11: 19: 58 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Salah satu korban saat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Salah satu korban saat menjalani perawatan intensif di rumah sakit. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Sugiati, 45, warga Dusun Kandangsapi, Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, yang ditusuk suaminya sendiri, Sutriman, 47 sudah diperbolehkan pulang. Setelah dirawat beberapa hari di RSUD Jombang. Dalam waktu dekat, keduanya akan diperiksa polisi.

“Kebetulan kabarnya hari ini (kemarin, Red) si korban (Sugiati, Red) sudah bisa pulang dari rumah sakit, ya mungkin besok (hari ini, Red) kita lakukan pemeriksaan,” terang Kapolsek Kesamben Iptu Slamet Hariyana.

Kondisi sang istri, disebutnya cenderung lebih baik saat dilarikan ke rumah sakit. Meski mengalami dua luka tusukan di bagian perut. Luka yang dialaminya tidak terlalu parah sehingga tak membutuhkan perawatan panjang.

“Berbeda dengan suaminya, sampai sekarang belum bisa dimintai keterangan karena masih dirawat. Lukanya memang parah,” lontarnya.

Hingga kini, polisi menyebut baru memeriksa tiga orang saksi. Seluruhnya merupakan tetangga dan perangkat desa yang pertama kali memberikan pertolongan kepada korban dan pelaku usai kejadian penusukan berlangsung.

Dari ketiganya, polisi menyebut dugaan sementara motif penyerangan Sutriman kepada istrinya ada beberapa macam. Mulai faktor ekonomi, stres hingga faktor cemburu buta. Terlebih, pasutri tersebut dikatakan tetangganya seringkali terlibat cekcok.

“Jadi kalau dugaan sementara stres, ekonomi juga, tapi yang paling kuat istrinya dianggap tidak gati (perhatian, Red) kepada suaminya. Jadi si suami kemungkinan cemburu,” lontar Hariyana.

Karena belum diperiksa itulah ia menyebut belum ada tersangka yang ditetapkan. Meskipun pihaknya menyebut Sutriman sangat memungkinkan dijerat beberapa pasal.

“Kalau tersangka mungkin sekali, tapi kita harus periksa dulu, gelarkan dulu, masuknya di pasal mana, apakah penganiayaan atau KDRT kita lihat nanti,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sugiati 45, warga Dusun Kandangsapi, Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, ditusuk oleh suaminya sendiri, Sutriman 47. Peristiwa berdarah itu terjadi di rumah pasutri itu Minggu (13/9) siang, sekira pukul 13.00 WIB.

Sutriman menusuk istrinya yang saat itu sedang menonton TV di dalam rumah.

Setelah menusuk perut istrinya dengan pisau dapur, Sutriman langsung melakukan upaya bunuh diri dengan menusuk perutnya sendiri dengan pisau yang sama. Keduanya berhasil selamat setelah dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP