alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Efektifkan PJJ, Guru di SMPN 2 Gudo Manfaatkan Teknologi Pembelajaran

17 September 2020, 09: 24: 08 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

EFEKTIF: Guru di SMPN 2 Gudo membuat studio 3 sebagai pusat pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19.

EFEKTIF: Guru di SMPN 2 Gudo membuat studio 3 sebagai pusat pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Kreativitas SMPN 2 Gudo dalam menyelanggarakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring patut dicontoh. Para guru memanfaatkan teknologi pembelajaran hingga melakukan home visit (kunjungan ke rumah) bagi siswa yang mengalami kendala pembelajaran daring.

Kepala SMPN 2 Gudo Wiwik Astutik menyampaikan, beberapa kreativitas SMPN 2 Gudo untuk mewujudkan pembelajaran daring yang efektif di antaranya membuat studio 3. Tujuannya, agar para guru dapat memantau kegiatan pembelajaran secara maksimal.

”Di studio 3 ini, bapak/guru dapat memantau kehadiran siswa, mengumpulkan tugas hingga upload tugas-tugas bapak/ibu guru,” ujar dia. 

HOME VISIT: Guru SMPN 2 Gudo mendatangi rumah siswa agar tidak tertinggal pelajaran.

HOME VISIT: Guru SMPN 2 Gudo mendatangi rumah siswa agar tidak tertinggal pelajaran. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Begitupula dalam memberikan materi pelajaran ke para siswa, para guru di SMPN 2 Gudo memanfaatkan aplikasi pembelajaran untuk membuat video kreatif.

Kemudian dikirim dalam bentuk link ke masing-masing ponsel pribadi para siswa. ”Sehingga siswa dapat mudah mengerti, karena mereka bisa menonton penjelasan materi yang disampaikan bapak/ibu guru,” tambahnya.

Kreativitas lain yang dilakukan para guru SMPN 2 Gudo dengan mengadakan in house training (IHT). Yakni, pelatihan kepada bapak/ibu guru untuk memanfaatkan aplikasi pembelajaran yang disediakan Google.

Di antaranya, Google Clasroom, Google Meet, maupun Google Drive untuk mengumpulkan tugas siswa. ”Teknologi kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk menunjang pembelajaran jarak jauh,” terangnya.

Para guru di SMPN 2 Gudo juga sering melakukan home visit atau kunjungan ke rumah-rumah siswa. Misal ada siswa yang belum mengumpukan tugas selama satu minggu, itu didatangi ke rumah.

”Itu dilakukan sebagai bentuk upaya para guru agar siswa tak ketinggalan materi pembelajaran,” imbuhnya. Dalam pelaksanaan home visit, para guru tetap menjalankan protokol pencegahan Covid-19 secara ketat. ”Saat home visit pun kita tetap memperhatikan protokol kesehatan,” tandasnya.

Selain itu, bagi siswa yang belum bisa mengikuti kegiatan pembelajaran daring karena belum memiliki handphone, pihaknya juga memfasilitasi melalui kafe BDR(belajar dari rumah).

Siswa dapat datang setiap Sabtu untuk mengumpukan tugas. ”Saat ke sini pun kami terapkan protokol kesehatan. Mulai pakai masker, cuci tangan hingga mengumpulkan tugas dengan tetap memperhatikan jaga jarak,” pungkasnya.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP