alexametrics
Jumat, 25 Sep 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Kerusakan Lingkungan Akibat Galian C di Rejoagung Capai Empat Hektare

16 September 2020, 14: 47: 38 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Lokasi galian C di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.

Lokasi galian C di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. (AZMY ENDIYANA/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Kerusakan akibat penambangan galian C di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang terdata hingga 4 hektare. Maklum, aktivitas ilegal ini memang berlangsung cukup lama.

”Setelah kami petakan kerusakan sekitar 4 hektare,” ujar Amin Kurniawan, Kabid Konservasi DLH Jombang saat mendatangi lokasi area pertambangan ilegal, kemarin pagi (15/9).

Saat ini pihaknya masih melakukan indentifikasi berapa lama kegiatan tambang tersebut beroperasi mengingat kerusakan lingkungan sekitar cukup parah.

”Jadi diindentifikasi kegiatan ilegal itu berjalan sejak kapan,” katanya. Amin juga mencari informasi ada berapa penambang yang melakukan aktivitas tambang di lokasi tersebut.

”Kami masih mencari tahu yang melakukan kegiatan tambang ini satu pengusaha atau lebih,” tambah dia. Karena saat dirinya berada di lokasi, justru tidak ada aktivitas sama sekali.

Sehingga dia hanya memberi teguran secara administrasi. Semisal ada kegiatan penambangan kembali, maka akan dilakukan koordinasi dengan Satpol PP untuk melakukan penghentian kegiatan. ”Karena sudah dipastikan tidak berizin. Kami juga akan melapor ke Pemprov Jawa Timur,” urainya.

Pada saat yang sama, Wiko F Diaz Kabid Penegakan Perda Satpol PP Jombang menambahkan, saat melakukan sidak kondisi galian tidak ada aktivitas. Kendati demikian, dia tak menampik apabila aktivitas tambang ilegal tersebut baru berhenti. ”Menurut keterangan dari warga sekitar, memang aktivitas masih berjalan,” ungkapnya.

Dari keterangan warga, ia menyebut aktivitas penambangan galian dilakukan malam hari. Hal ini juga mengganggu masyarakat sekitar. Dirinya juga telah memberi segel plang larangan galian tersebut. ”Pada 15 April lalu, kita sudah memasang plang larangan,” tambah dia.

Hanya saja, di lokasi itu plang larangan yang telah dipasang juga sudah tidak ada lagi. Dirinya menduga pengusaha galian sengaja mencabut plang larangan yang telah dipasang. ”Ternyata plang yang kita pasang juga sudah tidak ada di lokasi,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi masih beroperasinya kembali galian ilegal tersebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat, bila aktivitas kembali beroperasi. ”Kami siap melakukan penutupan apabila aktifitas itu kembali beroperasi,” tegas Wiko lagi.

Sementara itu, kedatangan tim gabungan DLH dan Satpol PP Jombang ke lokasi area pertambangan kemarin pagi (15/9), sepertinya sudah diketahui sejak awal.

Terbukti, begitu tim gabungan tiba di lokasi sekitar pukul 10.00, tidak aktivitas penambangan sama sekali. Hanya terlihat satu alat berat yang ditinggalkan di sekitar lokasi.

Sebelumnya, Komisi C DPRD Jombang mendorong aparat penegak hukum (APH) melakukan penindakan tegas ke pelaku usaha galian C yang belum mengantongi izin. ”Tentu kami mendorong agar pelaku usaha tambang yang tidak berizin ditindak tegas,” ujar Miftahul Huda, anggota Komisi C.

Aktivitas penambangan ilegal menurutnya harus diproses secara hukum karena sudah melanggar Undang Undang Minerba. ”Kan sudah jelas ada pasalnya. Kenapa hanya sebatas peringatan saja. Akhirnya tidak akan berhenti,” terangnya.

Menurut dia, kegiatan tambang ilegal sangat merugikan. Selain tidak masuk dalam PAD (pendapatan asli daerah), kerusakan lingkungan juga kian parah.

Sebab, selama ini tidak ada pengawasan dan reklamasi. ”Saya yakin bila sudah selesai akan ditinggalkan begitu saja,” tambah dia.

Hal senada disampaikan Choirul Anam Ketua Komisi C yang menyebut persoalan galian C ilegal tidak hanya di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, tapi juga di lokasi lain yang sering merenggut korban jiwa.

Sejauh ini penanganan seputar penambangan galian C tidak berujung. Bahkan, kasus anak tenggelam di bekas galian ilegal juga belum ada kejelasan sampai sekarang. ”Kami minta penanganannya serius,” tegas dia.

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP