alexametrics
Jumat, 25 Sep 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Penyidikan Kasus Suami Tusuk Istri, Polisi Tunggu Kesembuhan

15 September 2020, 12: 13: 21 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Sutriman, 47 dan istrinya Sugiati, 45 hingga kini masih tergolek lemas di rumah sakit. Keduanya masih dalam perawatan intensif.

Sutriman, 47 dan istrinya Sugiati, 45 hingga kini masih tergolek lemas di rumah sakit. Keduanya masih dalam perawatan intensif. (ISTIMEWA)

Share this      

JOMBANG – Polisi belum melangkah lebih jauh dalam kasus penusukan suami ke istri di Dusun Kandangsapi, Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. Sebab, baik pelaku maupun korban kondisinya masih belum stabil.

“Kita belum bisa melangkah lebih jauh karena kondisi pelaku maupun korban masih dalam perawatan di rumah sakit,” terang Kapolsek Kesamben Iptu Slamet Hariyana.

Ia menyebut, Sutriman, 47 dan istrinya Sugiati, 45 hingga kini masih tergolek lemas di rumah sakit. Keduanya masih dalam perawatan intensif.

Bahkan Sutriman sempat menjalani operasi untuk pengangkatan pisau yang menancap di perutnya. “Karena itu hingga kemarin keduanya juga belum bisa dimintai keterangan,” lanjutnya.

Meski begitu, polisi telah mengamankan sebilah pisau dapur yang jadi senjata Sutriman untuk menyerang sang istri. Pisau itu juga yang digunakan untuk menusuk perutnya sendiri. 

Pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan Satreskrim Polres Jombang untuk kelanjutan pengusutan kasus rumah tangga ini. “Jadi kalau sudah sembuh, kita periksa langsung sekalian untuk gelar perkara,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sugiati 45, warga Dusun Kandangsapi, Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, ditusuk oleh suaminya sendiri, Sutriman 47. Peristiwa berdarah itu terjadi di rumah mereka Minggu siang (13/9), sekira pukul 13.00 WIB.

Sutriman menusuk istrinya yang saat itu sedang menonton TV di dalam rumah. Setelah menusuk perut istrinya dengan pisau dapur, Sutriman melakukan bunuh diri dengan menusuk perutnya sendiri.

Dari keterangan lain, pelaku adalah seorang pesilat yang suka mencari ilmu kanuragan. Sementara, polisi menduga pelaku mengalami ganguan jiwa.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP