alexametrics
Jumat, 25 Sep 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Razia Perdana, 64 Warga Jombang Tak Bermasker Didenda Rp 50 Ribu

15 September 2020, 10: 49: 33 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Sebanyak 64 warga yang melanggar protokol kesehatan Covid-19 karena tak memakai masker, langsung dihentikan petugas, saat melintas di bundaran Ringin Contong Jombang, kemarin sore (14/9).

Sebanyak 64 warga yang melanggar protokol kesehatan Covid-19 karena tak memakai masker, langsung dihentikan petugas, saat melintas di bundaran Ringin Contong Jombang, kemarin sore (14/9). (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Sebanyak 64 warga yang melanggar protokol kesehatan Covid-19 karena tak memakai masker, langsung dihentikan petugas, saat melintas di bundaran Ringin Contong Jombang, kemarin sore (14/9).

Selain sidang di tempat, mereka langsung dikenakan saksi denda administratif Rp 50 ribu. Pantauan di lokasi, puluhan petugas Satpol PP dan kepolisian langsung menghentikan pengendara yang tidak bermasker.

Tak hanya pengendara roda dua, sejumlah penumpang dan pengemudi roda empat juga tak luput dari razia petugas. Mereka langsung digiring petugas ke pos untuk antre sidang yang diadakan Pengadilan Negeri Jombang.

Kepala Satpol PP Jombang Agus Susilo Sugioto mengatakan, razia dilakukan menindaklanjuti Inpres 6/2020 dan Perda Jatim 2/2020 yang kemudian di-breakdown dalam Pergub 53/2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Pada razia pertama ini pihaknya memberi keringanan sanksi bagi yang tidak bermasker, dikenakan denda administratif Rp 50 ribu. ”Kita menyesuaikan kearifan lokal, jadi ditetapkan Rp 50 ribu, karena di Perda maksimal Rp 500 ribu,” jelas dia. 

Razia ini, lanjutnya, juga untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat agar menggunakan masker saat beraktifitas di luar ruangan sebelum Perbup Nomor 57 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan pengendalian Covid-19 yang diundangkan (23/9) mendatang.

”Agar masyarakat semakin disiplin dalam masa pandemi ini,” tegasnya.

Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho menyebut masyarakat yang tidak disiplin menggunakan masker akan langsung dihentikan. Dalam razia kali ini ada puluhan petugas yang berjaga dengan hunting system.

Mereka tersebar di tiga titik yakni Jl A Yani, Jl KH Wahid Hasyim dan Jl KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

”Kemudian malam nanti kita lakukan razia di sejumlah tempat, bagi mereka yang tidak bermasker akan kami kenakan sanski sidang di pengadilan dengan waktu yang ditentukan,” jelas dia.  

Terpisah, Ketua PN Jombang Murtoyo menyebut razia akan dilakukan secara berkala. Petugas bisa melakukan di malam hari saat banyak warga yang berkerumunan atau nongkrong di warkop atau cafe.

”Nanti bisa siang, bisa malam. Kalau mereka melanggar nanti e-KTPnya kita ambil untuk selanjutnya mengikuti sidang di pengadilan sesuai waktu yang ditentukan,” jelas dia.

Jika warga diketahui pernah melanggar dan belum jera, nominal denda bisa saja ditingkatkan sesuai perkara yang dilanggar. Bahkan, bakal ada sanksi sosial yang diberikan. “Dan ini kita lakukan sampai situasi Covid-19 di Jombang mereda,” pungkasnya.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP