alexametrics
Jumat, 25 Sep 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

14 Hari, 14 Pasien Covid-19 di Jombang Meninggal Dunia

15 September 2020, 10: 18: 45 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Covid-19

ILUSTRASI: Covid-19 (ISTIMEWA)

Share this      

JOMBANG - Dalam kurun waktu 14 hari terakhir, total ada 14 pasien yang meninggal dunia. Kondisi ini membuat  Kabupaten Jombang tetap bertengger di zona orange.

”Ya memang hal tersebut berpengaruh pada penetapan zona. Termasuk Jombang yang masih orange,” ujar Koordinator Bidang Penanganan Gugas PP Covid-19 Kabupaten Jombang dr Pudji Umbaran.

Menurutnya, penambahan kasus meninggal menjadi salah satu faktor penentuan zona.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Jombang, pasien meninggal terlihat mulai (1/9) dari Kecamatan Ngusikan. Dua hari kemudian (3/9) ada tiga orang dari Jombang dan Mojoagung. Kemudian (4/9) ada satu dari Kecamatan Ngusikan.

Jumlah itu terus bertambah setelah (5/9) ada dua lagi yang meninggal dari Kecamatan Jombang. Tak berhenti disitu, (7/9) ada lagi penambahan dua dari Kecamatan Jombang, disusul (8/9) empat orang dari Kecamatan Peterongan, Mojoagung dan Jogoroto.

Terakhir, (10/9) lalu ada satu orang yang meninggal dari Kecamatan Diwek. Sehingga total tercatat ada 14 pasien Covid-19 selama dua pekan ini.

Sementara itu, dalam dua pekan terakhir tambahan kasus baru juga cukup banyak tembus hingga 61 yang hampir setiap harinya disumbang 20 kecamatan di Jombang.

Sedangkan, pasien yang dinyatakan sembuh dari awal September sebanyak 541 menjadi 578 pasien. Artinya selama dua pekan terakhir ada penambahan pasien sembuh sebanyak 37.

Menurut Pudji, kendati dalam dua minggu terakhir jumlah kematian tinggi, untuk kasus di RSUD Jombang tidak begitu banyak.

”Di kami hanya ada beberapa saja. Misalnya dari Kecamatan Jombang kemarin,” jelas dia. Ia menyebut, pasien Covid-19 yang meninggal dalam dua minggu terakhir dimungkinkan dari rumah sakit lain.

”Data tersebut kan secara akumulatif dari semua pasien yang dirawat baik yang di Jombang maupun luar Jombang,” terangnya. Hanya saja, Pudji mengakui jika pasien Covid-19 yang dinyatakan meninggal adalah yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta.

Diantaranya yang paling mengkawatirkan darah tinggi, diabetes, jantung, paru-paru dan ginjal. ”Memang hampir semuanya disertai komorbid,” papar dia.

Sebagai upaya memperbaiki zona orange menuju kuning, pihaknya mengklaim sudah berusaha maksimal dengan seluruh jajaran yang terlibat. ”Yang paling utama menanamkan pemahaman kepada masyarakat kemudian penerapan aturan disiplin penegakan penanggulangan Covid-19,” pungkas dia.

Tambah 8 Kasus Baru

SEMENTARA itu, grafis kasus Covid-19 di Jombang kembali naik. Itu setelah ada penambahan delapan kasus baru kemarin (14/9). Delapan kasus baru itu menyebar di lima kecamatan. Kabar baiknya, Kecamatan Bareng kembali putih setelah dua warga dinyatakan sembuh.

“Ya, kemarin ada penambahan delapan kasus baru sesuai rilis,” ungkap Budi Winarno Humas Gugas PP Covid-19 Jombang. Penambahan kasus baru itu tiga berasal dari Kecamatan Jombang dan dua dari Kecamatan Mojoagung. Kemudian masing-masing satu dari Kecamatan Jogoroto, Kesamben dan Kecamatan Ngoro. Sehingga Covid-19 di Jombang secara komulatif  ada 724 kasus. 

Kendati demikian, di kolom kesembuhan juga ada penambahan dua pasien. Dua-duanya warga Kecamatan Bareng. Sehingga wilayah yang tadinya disebut sebagai zona merah, kini kembali putih.

Selain di Bareng, Wonosalam, Megaluh, dan Kabuh juga menjadi zona putih. Total kesembuhan hingga kemarin sudah mencapai 578 orang atau 79,8 persen dari kasus keseluruhan.

Sementara itu, tidak ada kasus kematian dari kasus Covid-19 kemarin. Total masih sama 68 kasus. Dari seluruh kasus itu ia menyebut masih ada 78 pasien yang belum dinyatakan sembuh.

Namun tidak semuanya menjalani perawatan di RSUD Jombang karena memang mereka tanpa mengalami gejala. “16 orang menjalani isolasi mandiri,” tambah Budi.

Selebihnya, tercatat 27 orang dirawat di RSUD Jombang, 12 di RSUD Ploso, empat di RSK Mojowarno, tiga di RSI Jombang, dua di RS Pelengkap, tiga di RSNU, dan 11 orang lainnya menjalani isolasi di rumah sakit luar Jombang.

(jo/wen/mar/JPR)

 TOP