alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Diajukan Sejak Maret, Insentif Tenaga Kesehatan Covid-19 Belum Cair

14 September 2020, 11: 12: 23 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: tenaga kesehatan Covid-19.

ILUSTRASI: tenaga kesehatan Covid-19. (ACHMAD RIZA W/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Ratusan tenaga kesehatan (Nakes) yang terlibat penanganan Covid-19 di Jombang harus lebih bersabar. Pasalnya, meski sudah lama diajukan, hingga kini insentif yang menjadi hak pejuang garda depan ini belum juga ada kejelasan dari kementerian.

Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran menyampaikan, usulan insentif bagi 200 nakes yang bertugas menangani pasien Covid-19 di RSUD Jombang hingga kini belum cair.

”Sudah kita ajukan sejak Juni, sampai saat ini belum cair,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Beberapa hari yang lalu, lanjut dia, pihaknya telah melakukan verifikasi internal di RSUD Jombang mengenai beberapa persyaratan yang kembali diminta pusat.

”Insya Allah segera kita kirimkan ke Dinkes Jombang untuk di verifikasi oleh tim verifikasi Dinkes Jombang,” tambahnya.

Pudji menambahkan, untuk tetap memberikan hak dari kinerja nakes, pihaknya juga mengusulkan insetif nakes dari biaya tak terduga (BTT) APBD 2020.

Meski jumlahnya berbeda dengan insentif yang dijanjikan Kemenkes, namun insentif tersebut sudah dicairkan sejak Juni lalu.

”Besarannya dengan insentif dari pusat tidak sama. Kalau dari pusat memberikan insentif maksimal Rp 15 juta per bulan bagi dokter. Kalau di kita berkisar mulai Rp 3 juta,” jelas dia.

Hal senada juga disampaikan Direktur RSUD Ploso dr Iskandar Dzulqornain. Sejak insentif diajukan ke Kementerian Kesehatan Maret lalu, hingga kini belum ada pencairan. ”Sampai sekarang belum cair,” ujar dia.

Di RSUD Ploso, total 98 nakes yang diajukan untuk mendapat insentif dari pusat. Mengenai kelengkapan berkas, pihaknya mengaku sudah beberapa kali melakukan revisi sesuai persyaratan yang disampaikan Kementerian Kesehatan.

”Kita mengusulkan melalui sistem yang disediakan Kementerian Kesehatan. Jadi tidak bisa konfirmasi ke siapa,” singgungnya.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jombang ini menambahkan, besaran insentif yang diterima masing masing nakes dari Kemenkes nantinya bakal berbeda. Mulai dari dokter spesialis, dokter umum dan perawat.

”Kalau dokter spesialis maksimal Rp 15 juta per bulan, namun itu tergantung jam kerja dalam menangani pasien Covid-19,” jelas dia memerinci.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia