alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Pandemi Covid-19, SMPN 1 Kabuh Wujudkan Pembelajaran Daring Efektif

14 September 2020, 08: 09: 37 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Aktivitas Guru di SMPN 1 Kabuh saat menyiapkan materi untuk pembelajaran daring.

Aktivitas Guru di SMPN 1 Kabuh saat menyiapkan materi untuk pembelajaran daring. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Sebagai salah satu sekolah kebanggaan masyarakat Jombang khususnya wilayah utara Brantas, SMPN 1 Kabuh terus mewujudkan pembelajaran daring secara efektif di masa pandemi Covid-19. Selain itu, menyambut era new normal SMPN 1 Kabuh juga mulai menyiapkan beberapa sarana dan prasarana di lingkungan sekolah.

Kepala SMPN 1 Kabuh Eko Sisprihantono menyampaikan, SMPN 1 Kabuh berusaha melaksanakan pembelajaran daring atau belajar dari rumah (BDR) semaksimal mungkin. Meski, ada beberapa kendala yang dihadapi peserta didik maupun guru.

”Permasalahan yang dihadapi peserta didik diantaranya tidak punya handphone dan tidak punya kuota internet. Sedangkan bagi guru yaitu masih ada beberapa yang belum memahami dan menguasai penggunaan aplikasi dalam pembelajaran daring,” ujar dia.

Dari kendala itu, pihaknya berupaya mencari solusi dengan menggelar pelatihan pengelolaan Learning Manajemen System (LMS) dan pelatihan pembuatan media pembelajaran daring dan penilaian. ”Serta melengkapi fasilitas komputer yang ada di ruang TIK. Di antaranya kamera, dan headset untuk menunjang kegiatan pembelajaran daring,” tambahnya.

Sedangkan untuk siswa, pihaknya meminjamkan handphone bagi yang tidak memiliki untuk pembelajaran daring. Serta membelikan handphone dengan cara mengangsur jika peserta didik ingin memilikinya. ”Kami juga membelikan paket kuota internet kepada peserta didik yang kurang mampu dan semua guru dari dana BOS,” ujar dia.

SMPN 1 Kabuh juga berusaha maksimal menyiapkan sejumlah sarana dan prasana jika pembelajaran tatap muka terbatas resmi dimulai. Di antaranya membagikan masker kepada seluruh peserta didik, guru dan karyawan, membagikan face shield kepada guru dan karyawan, dan membeli thermo gun.

Sekolah ini juga memasang tempat cuci tangan di depan setiap ruangan, dan di dekat jalan masuk. Serta menggelar sosialisasi aturan pembelajaran tatap muka kepada guru, karyawan, komite, dan orang tua/wali peserta didik. ”Beberapa persyaratan lain sudah kami lakukan sesuai surat edaran Kepala Dinas P dan K,” pungkasnya.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia