alexametrics
Jumat, 25 Sep 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Polres Jombang Tangkap Pengedar Koplo dan Pemakai Sabu

13 September 2020, 10: 32: 14 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRAS: narkoba

ILUSTRAS: narkoba (Dok Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Tiga pemuda asal Desa/Kecamatan Jombang diringkus jajaran Polsek Ploso. Mereka terlibat dalam jaringan peredaran narkoba. Ketiga pelaku adalah Slamet Riadi, 29, dan Arif Wahyu Afandi, 22, dan Aldo Saputra, asal Desa/Kecamatan Jombang.

”Dua orang ditangkap di Ploso, satu lagi hasil pengembangan. Seluruhnya kini telah ditahan,” terang Kapolsek Ploso Kompol Paidi Sadiarto.

Paidi menambahkan, penangkapan jaringan ini bermula informasi yang diterima petugas jaringan peredaran narkoba di wilayah Ploso.

Dari hasil penyelidikan, polisi mengendus identitas Slamet Riadi, dan Arif Wahyu Afandi. ”Setelah penyelidikan undercover, kita indikasi pil dijual dua pemuda yang bukan warga  Kecamatan Ploso,” lanjutnya.

Upaya polisi membuahkan hasil, Rabu (9/9) sore, keduanya terlihat di wilayah Ploso. Yakin dengan buruannya itu, polisi yang sudah siaga langsung menyergap. ”Kita  amankan di depan minimarket di Desa Losari, saat sedang menunggu pembeli,” bebernya.

Dari hasil penggeledahan, polisi berhasil menyita 15 butir pil dobel L. Selain itu, uang tunai sebesar Rp 50 ribu berikut HP yang digunakan saat transaksi.

Keduanya digelandang petugas menuju mapolsek. Dari hasil pemeriksaan, polisi mengendus identitas Aldo Saputra. ”Rabu (9/9) malam, kita angsung bergerak, tersangka ketiga kita tangkap di rumah orang tuanya di Dusun Sambong Duran,” lanjutnya.

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan sejumlah barang bukti. Di antaranya  seperangkat alat hisab sabu-sabu, 1 buah pipet kaca, 4 buah korek api gas sebagai kompor, 1 bungkus cotton buds, 1 plastik klip, 1 buah gunting. ”Pelaku juga telah mengakui kalau dia pemakai sabu,” imbuh Paidi.

Polisi menjeratkan pasal berbeda. Terhadap dua pelaku peredaran pil koplo, dijerat Pasal 196 UU Nomor 31 tahun 2009 tentang Kesehatan. Sementara Aldo, dijerat Pasal 112 Ayat 1 Jo Pasal 127 Ayat 1 Huruf a UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. ”Kasusnya masih terus kita dalami,” singkat Paidi.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP