alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Elpiji Melon di Jombang Langka, Proses Distribusi Dipertanyakan

13 September 2020, 10: 29: 04 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: elpiji 3 kilo.

ILUSTRASI: elpiji 3 kilo. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Berkurangnya pasokan elpiji melon yang dirasakan sub pangkalan alias pengecer mendapat respons kalangan pengamat ekonomi di Jombang. Pemkab didorong menindaklanjuti permasalahan tersebut.

M Thamrin Bey, salah satu pengamat ekonomi di Jombang menilai persoalan ini butuh penyikapan cepat. Alasannya, LPG melon sangat dibutuhkan masyarakat setiap harinya. ”LPG melon saat ini sudah menjadi kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda,” bebernya.

Selain itu, jika kondisi kekurangan pasokan LPG melon ke tingkat sub pangkalan atau pengecer terus terjadi, maka berpotensi memunculkan persoalan lain. Misal harga jual ke warga ikut melambung, padahal sudah ada HET.

’’Jangan sampai pengaruh ke harga yang naik. Karena apa, pasokan berkurang dan kemungkinkan larinya akan ke harga,’’ lanjut Thamrin.

Thamrin menambahkan, dikarenakan pemasok elpiji tunggal. Sehingga adanya problem di tingkat pengecer dirasa perlu diperhatikan. ’’Kebetulan elpiji ini kan tunggal atau monopoli, sementara mata rantainya banyak. Akhirnya ketika kondisi seperti ini biasanya larinya ke spekulasi,’’ imbuh dia.

Karena itu menurut dia, perlunya pemkab proaktif menyelesaikan permasalahan ini. ’’Pemerintah harus hadir dalam masalah ini, apalagi elpiji ini kan dari Pertamina perusahaan negara,’’ sambung Thamrin.

Kendati pengawasan hanya sampai tingkat pangkalan menurut dia, di tingkat pengecer dirasa perlu ditindaklanjuti. ’’Tujuannya ini mengantisipasi, harusnya jangan sampai ke pangkalan saja. Masak iya misal penyakit dibatasi sampai tingkat puskesmas, ya jelas tidak bisa,’’ papar dia.

Sebagai antisipasi, salah satunya memanfaatan informasi di tingkat desa. ’’’Artinya ada aparat yang bisa diberdayakan misal di desa. Kecamatan juga ada. Itu didayagunakan. Misal pagi ada kenaikan, di kecamatan direkap, akhirnya siang pukul sekian sampai di pemkab, lalu disikapi. Jadi bisa seperti itu,’’ pungkas Thamrin.

Sebelumnya, berkurangnya pasokan elpiji melon yang dirasakan sejumlah sub pangkalan alias pengecer dalam sebulan terakhir, memantik reaksi kalangan dewan. Komisi B DPRD Jombang meminta agar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang melakukan pengecekan langsung di lapangan.

Sunardi Ketua Komisi B DPRD Jombang menyebut meski pihaknya secara langsung belum menerima pengaduan perihal kesulitan mendapatkan tabung elpiji. Namun keluhan yang berkembang di lapangan harus dintindaklanjuti dengan cepat. Paling tidak melakukan pengecekan di lapangan untuk mengetahui kebenarannya di lapangan. ”Ya, harus dicek kebenarannya seperti apa,” katanya.

Seiring dengan itu pihaknya juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait. Termasuk meminta alur pengiriman tabung ke pihak Pertamina. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sumber penyebab pasokan yang tidak lancar.

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia