alexametrics
Jumat, 02 Oct 2020
radarjombang
Home > Jombang Banget
icon featured
Jombang Banget

Cupang Hias dari Tengaran Peterongan Tembus Pasar Jateng dan Jabar

13 September 2020, 08: 53: 01 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

JENIS UNGGUL: Beberapa ikan cupang hias jenis giant galaxy ini dijual Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.

JENIS UNGGUL: Beberapa ikan cupang hias jenis giant galaxy ini dijual Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

Berawal dari hobi memelihara ikan cupang alias ikan botol, Anang Dwi Sasongko, 29, warga Dusun Surobayan, Desa Tengaran, Kecamatan Peterongan, mendulang jutaan rupiah setiap bulan.

JOMBANG - Deretan botol berisi beraneka ragam jenis ikan cupang mewarnai halaman rumah Anang. Mulai jenis biasa hingga jenis terbaru yang lagi naik daun seperti halfmoon dan giant galaxy. Ya, dia memang beberapa bulan terakhir membudidayakan ikan cupang.

”Sekarang yang paling ramai di kalangan pecinta ikan cupang adalah jenis giant galaxy,” ujar Anang kepada Jawa Pos Radar Jombang. Awalnya tak menyangka, jika sepasang ikan cupang jenis giant galaxy bisa laku hingga jutaan rupiah. Padahal jenis lainnya biasanya paling mahal terjual Rp 200-300 ribu. ”Memang jenis ini paling mahal diantara jenis lain,” jelas dia.

Coraknya yang indah membuat ikan ini diminati banyak orang. Bahkan, paduan warnanya cenderung tidak umum. Sebab, memiliki banyak warna di bagian tubuh maupun ekor. Tak pelak, pecinta cupang menamai jenis ini galaxy. ”Ukurannya juga lebih besar daripada jenis lain. makanya disebut giant (besar),” jelasnya lagi.

Sejauh ini, Anang mengaku tak ada kendala dalam budidaya ikan cupang. Ia lantas menceritakan kiatnya supaya bisa membudiayakan ikan cupang. Saat indukan siap kawin,  Anang langsung menempatkan satu ekor indukan jantan dan betina di wadah khusus yang telah diberi suplemen alami dari klaras (daun pisang kering). Ikan tersebut dibiarkan hingga satu malam sampai mengeluarkan busa.

”Setelah keluar busa, kita ambil ikan betina dan biarkan ikan jantan disitu. Busa itu adalah telur betina yang siap ditetaskan,” bebernya. Setelah beberapa hari, maka telur-telur tersebut akan menetas menjadi burayak (anakan cupang).

Baru kemudian, dipisahkan di kolam dan dicampur dengan burayak-burayak kecil lainnya. ”Ikan jenis galaxy belum kelihatan coraknya kalau belum berusia 1 bulan. Sebab, ikan jenis ini butuh waktu mutasi memunculkan corak,” jelas dia.

Dalam sebulan, Anang ia bisa menjual 1.000 ekor secara partai maupun 100 ekor secara eceran berbagai jenis. ”Selama ini banyak yang pesan lewat online,” tambahnya. Ia mengaku, ikan cupang paling banyak diminati pecinta ikan asal Jateng, Jabar hingga Semarang. ”Kalau lokal ya ada tapi tidak terlalu banyak, seperti di Jawa Barat,” papar dia.

Kini, dari hasil budidaya ikan cupang itu Anang memperoleh omset hingga Rp 5-7 juta setiap bulan. Bahkan selama pandemi, permintaan cupang semakin banyak. ”Maklum, kebanyakan orang di rumah, jadi permintaan ikan cupang jadi meningkat,” pungkasnya.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP