alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Penggunaan Kartu Tani Ditunda, Petani Jombang Bisa Beli Pupuk Manual

11 September 2020, 16: 36: 05 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: pupuk subsidi

ILUSTRASI: pupuk subsidi (AZMY ENDIYANA Z/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Keluhan para petani yang sulit membeli pupuk bersubsidi dengan kartu tani, akhirnya direspons. Kementerian Pertanian telah menunda penggunaan kartu tani sebagai syarat membeli pupuk bersubsidi. 

Priadi Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang menyampaikan masih banyak petani di Jombang yang belum memiliki kartu tani. Padahal, saat ini masa tanam dalam pemupukan.

“Dari total 84.428 petani, ada  53.368 orang yang sudah mendapatkan kartu tani,” katanya kepada koran ini kemarin (10/9).

Dia menyebut, tercatat ada 13.947 kartu yang sudah tercetak oleh bank. Namun kartu ini belum dibagikan ke petani. Sisanya, sejumlah 17.564 petani gagal cetak.

Karena masih banyak petani yang belum mendapat kartu tani itulah Pemkab Jombang mengajukan permohonan ke Kementerian Pertanian untuk menunda penggunaan kartu tani.

”Hari Selasa kemarin (8/9), surat permohonan yang dikirim bupati sudah dibalas,” terangnya. Dalam surat balasan tersebut, lanjut Priadi, pihak Kementerian Pertanian menyetujui dilakukan penundaan penggunaan kartu tani di Kabupaten Jombang.

”Jadi 17.564 petani yang belum mendapat kartu tani, tetap bisa membeli pupuk subsidi. Dengan begitu, tanaman juga tidak terbengkalai,” tegas mantan Sekretaris Dinas P dan K Jombang ini.

Lebih lanjut ia menyampaikan, pembelian pupuk bersubsidi bisa dilakukan dengan cara manual. Petani cukup membawa elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (E-RDKK). Dengan E-RDKK itu kebutuhan pupuk terlayani.

Pihak bank sendiri disebutnya menyanggupi penyelesaian kartu tani hingga 25 September mendatang. Meski saat ini beberapa kartu tani yang sudah dibagikan, ternyata dilaporkan telah hilang.

”Untuk yang hilang bisa mengurus lagi. Karena kartu tani memang sebagian sudah dibagikan 2017 lalu,” pungkas Priadi.

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia