alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

MTsN 11 Jombang Cetak Generasi Unggul Lewat Takhasus Qur’an Center

10 September 2020, 09: 00: 14 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Program Takhasus Qur’an Center (TQC) di MTsN 11 Jombang.

Program Takhasus Qur’an Center (TQC) di MTsN 11 Jombang. (MTs Negeri 11 Jombang FOR Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Sebagai salah satu madrasah rujukan di Kabupaten Jombang, MTsN 11 Jombang yang terletak di Jl Raya Ahmad Yani Nomor 43 B, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang memiliki program unggulan untuk mencetak generasi cinta Alquran dan berakhlakul karimah.

Sejak tahun pelajaran 2019/2020 MTsN 11 Jombang mengadakan program Takhasus Qur’an Center (TQC) yang merupakan pertama kali dan satu- satunya di Jombang.

Kepala MTsN 11 Jombang Bambang Setiadi, S.Pd, M.M. menyampaikan, program Takhasus Qur’an Center (TQC) adalah program unggulan yang diselipkan dalam kegiatan pembelajaran reguler.

Tujuan program ini untuk mendorong motivasi serta pencapaian bacaan (tahsin) dan hafalan (tahfiz) yang disertai penguasaan doa-doa. ”Program ini sudah berjalan sejak satu tahun yang lalu. Target kami adalah untuk mencetak generasi hafiz qur’an,” ujar dia, kemarin (9/9).

MTs Negeri 11 Jombang, memiliki tenaga SDM mumpuni di bidang pengembangan pendidikan agama islam. Dari 47 tenaga pendidik yang ada, sebanyak 11 di antaranya guru bergelar Magister Pendidikan Islam dan delapan orang bergelar Sarjana Pendidikan Islam yang semuanya punya kompetensi di bidang keagamaan.

”Namun, belum semua siswa-siswi kami lancar baca tulis Alquran. Untuk itu dengan bimbingan bapak/ibu guru akan membantu anak anak untuk memperlancar hafalan Alquran,” tambah dia.

Ada beberapa kegiatan dalam program TQC. Di antaranya, baca tulis Alquran menggunakan metode wafa atau metode iqro’, tahsinul qur’an (menggunakan nada hijaz), pembinaan dan praktek ibadah-ibadah praktis dalam kehidupan sehari-hari, tahfizul qur’an (menghafal surat-surat pendek juz 30) dengan pendekatan metode  tikror dan modul HTQ (berupa kartu HTQ), salat dhuha, asma’ul husna.

”Kita juga ada kegiatan tambahan berupa haflah (hiburan, dengan diisi bacaan salawat atau permainan menggunakan pendekatan metode tamyiz untuk memahami isi kandungan Alquran,” jelas dia.

Pelaksanaan program Takhasus Qur’an Center MTs Negeri 11 Jombang, diawali dengan seleksi berdasarkan kemampuan baca tulis dan hafalan Qur’an masing-masing siswa. Mereka akan dikelompokkan sesuai kategori berdasarkan tingkat penguasaan hafalan.

Misalnya, kelompok A adalah kelompok siswa yang sudah atau hampir hafal juz 30, tapi perlu pembenahan tartil, tajwid dan makhroj. Kemudian, kelompok B adalah siswa yang sudah bisa membaca lancar, sudah memiliki hafalan, perlu pembenahan tartil, tajwid dan makhroj dan seterusnya. ”Setiap kelompok maksimal 35 siswa,” jelas dia.

Pengembangan Program Kemenag Jawa Timur

PROGRAM Takhasus Qur’an Center (TQC) yang diterapkan di MTsN 11 Jombang merupakan salah satu program unggulan madrasah. Program ini juga termasuk salah satu syarat kelulusan siswa.

Koordinator Qur’an Center Rochman Rahardjo, S.Pd menyampaikan, program Takhasus Qur’an Center merupakan pengembangan program Kanwil Kemenag Jawa Timur yang disebut Gerakan Ayo Membangun Madrasah (Geramm) yang kemudian di breakdown menjadi program Gerakan Furudul Ainiyah (Gefa) untuk mendidik peserta didik sebagai individu yang berkarakter dan berkepribadian Islam.

Gefa ini merujuk lima nilai utama yang meliputi religius, wathaniyah, mandiri, ta'awun, dan integritas. ”Dimana program TQC ini menitikberatkan anak-anak untuk membaca, tulis dan hafalan Alquran,” ujar dia.

Setiap akhir tahun pelajaaran atau akhirussanah siwa-siswi yang sudah mengikuti program TQC akan diwisuda. Bagi siswa yang hafal Alquran akan diberikan penghargaan serta tabungan yang dikumpulkan dari sodaqoh ustaz ustazah di lingkup MTsN 11 Jombang.

”Alhamdulillah setiap tahun selalu ada anak didik kami yang hafal Alquran,” tambahnya.

Program TQC merupakan program wajib yang harus diikuti semua siswa mulai kelas VII, VIII hingga IX. Namun untuk kelas IX, tingkat pemberian materi tidak seintensif dibandingkan kelas di bawahnya. ”Sebab kelas IX fokus persiapan UNBK,” papar dia.

Meskipun program wajib dan sebagai salah satu syarat kelulusan siswa, namun bagi siswa yang tidak hafal Alquran tidak ada punishment, melainkan siswa harus memberikan tagihan berupa surat yang sudah dihafalkan sesuai kemampuan siswa. ”Jadi ini memang salah satu syarat untuk kelulusan, namun kami mempertimbangkan sesuai kemampuan siswa,” pungkasnya.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia