alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Sambut New Normal, SMKN 3 Jombang Bentuk Gugus Tugas Sekolah

09 September 2020, 13: 09: 59 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

SMKN 3 Jombang menjadi salah satu sekolah percontohan penerapan pembelajaran tatap muka di Kabupaten Jombang. Hal ini sesuai dengan keputusan Cabang Dinas Pendidikan wilayah Kabupaten Jombang.

SMKN 3 Jombang menjadi salah satu sekolah percontohan penerapan pembelajaran tatap muka di Kabupaten Jombang. Hal ini sesuai dengan keputusan Cabang Dinas Pendidikan wilayah Kabupaten Jombang. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Sebagai SMK rujukan, SMKN 3 Jombang siap menghadapi masa adaptasi kebiasaan baru atau new normal dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat. Termasuk, membentuk gugus tugas Covid-19 sekolah yang akan siaga selama pembelajaran tatap muka terbatas.

Kepala SMKN 3 Jombang Gatot Wachid Widharto menyampaikan, pihaknya sudah mempersiapkan sarana dan prasarana untuk menghadapi era new normal. Mulai tiba di sekolah, mengikuti kegiatan di ruang praktik hingga siswa pulang dari sekolah. ”Kita sudah siap melakukan kegiatan pembelajaran praktik tatap muka sesuai SOP dengan menerapkan protokol kesehatan,” ujar dia, kemarin (8/9).

SMKN 3 Jombang menjadi salah satu sekolah percontohan penerapan pembelajaran tatap muka di Kabupaten Jombang. Hal ini sesuai dengan keputusan Cabang Dinas Pendidikan wilayah Kabupaten Jombang.

Dengan sarana prasarana yang memadai, mulai ketersediaan tempat cuci tangan, bilik disinfektan hingga tujuh ruang praktik sesuai SOP kesehatan diharapkan dapat mencegah potensi penularan Covid-19 di lingkungan sekolah. ”Kita sudah mempersiapkan 50 titik tempat cuci tangan yang tersebar di lingkungan sekolah, mulai dari ruang kelas, ruang praktik hingga beberapa fasilitas di sekolah,” tambahnya.

Selama mengikuti kegiatan praktik di sekolah, siswa juga wajib menerapkan protokol kesehatan. Di antaranya menjaga jarak aman minimal 1,5 meter, membersihkan alat praktik secara rutin, serta membawa peralatan pribadi mulai handsanitizer, alat makan sendiri, masker cadangan, helm pribadi hingga semprotan disinfektan.

Ada 9 progam keahlian unggulan di SMKN 3 Jombang. Di antaranya Bisnis Konstruksi dan Properti (BKP), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Desain Permodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), Teknik Permesinan (TPM), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Audio Video (TAV), Teknik Elektronika Industri (TEI), dan Teknik Geomatika. ”Masing-masing tempat praktik sudah sesuai SOP protokol kesehatan,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan Sugiharto Ketua Gugus Tugas SMKN 3 Jombang. Dia menyebut ada 80 petugas yang tergabung dari bapak/ibu guru dan siswa dalam tim tersebut. ”Setiap hari mereka bertugas melayani siswa maupun tamu yang datang di sekolah kami,” ujar dia.

Setiap datang ke sekolah, siswa wajib melalui pengecekan suhu tubuh oleh tim gugus tugas. Jika ada siswa yang suhu tubuhnya lebih dari 37 derajat celsius, maka akan ditindaklanjuti sesuai protokol kesehatan. ”Pertama kita minta mereka istirahat di tempat teduh selama 10 menit sebelum kita cek lagi, namun kalau masih tetap di atas 37 derajat celsius maka kita bawa ke ruang UKS untuk selanjutnya kita koordinasikan dengan pihak puskesmas,” pungkasnya.

Wujudkan SMK Literasi

SEBAGAI SMK Model alias sekolah percontohan di Kabupaten Jombang, SMKN 3 Jombang terus berupaya meningkatkan prestasi bidang akademik dan nonakademik. Salah satunya, mewujudkan SMK literasi dengan menumbuhkembangkan budaya literasi di lingkungan sekolah melalui sejumlah program inovatif.

Muhammad As’ari Ketua Tim Literasi SMKN 3 Jombang menyampaikan, selama dua tahun ini, SMKN 3 Jombang telah mengadakan program workshop yang diikuti siswa-siswi SMKN 3 Jombang. Pada 2019, pihaknya mengundang penulis terkenal asli Jombang Anjrah Lelono Broto sebagai pemateri. ”Alhamdulillah output-nya, kita berhasil menulis 2 jilid antologi cerita pendek yang kita beri judul Merenda Warna Jombang,” terangnya.

Tahun ini pun demikian, Rabu (9/9) sampai Kamis (10/9) besok, tim literasi SMKN 3 Jombang juga mengadakan workshop menulis artikel yang menghadirkan dua pemateri yakni Rojiful Mamduh dari Jawa Pos Radar Jombang dan M Setyo Nugroho pegiat literasi asal Jombang. ”Ini merupakan wujud kita untuk menumbuhkembangkan budaya literasi di lingkungan sekolah,” tambahnya.

Pada Maret lalu, SMKN 3 Jombang juga berkesempatan mengikuti festival literasi nasional yang diadakan Gerakan Sekolah Menulis Buku di Surakarta. Bahkan, Kepala Sekolah Gatot Wachid Widharto menerima piagam penghargaan sebagai kepala sekolah berprestasi bidang literasi tingkat nasional. ”Dalam beberapa event alhamdulilah siswa-siswi kita juga berhasil menorehkan juara dalam lomba di bidang literasi,” pungkasnya.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia