alexametrics
Senin, 21 Sep 2020
radarjombang
Home > Tokoh
icon featured
Tokoh

Suharto, Mantan Sekretaris Daerah, Pelaku Sejarah Birokrasi di Jombang

07 September 2020, 18: 37: 10 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Suharto (kiri), mantan Sekdakab Jombang pada era Bupati Afandi hingga Bupati Suyanto (2003).

Suharto (kiri), mantan Sekdakab Jombang pada era Bupati Afandi hingga Bupati Suyanto (2003). (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Suharto, mantan Sekdakab Jombang pada era Bupati Afandi hingga Bupati Suyanto (2003). Sebelum menjabat Sekda, Suharto pernah menduduki jabatan sejumlah kepala dinas.

Ia lahir di Blitar 10 Oktober 1948. Anak kedua pasangan Karso Pawiro dan Zaitun ini besar di Blitar. Mulai SD sampai SMA ditempuh di Blitar. Namun, selepas SMA dia melanjutkan kuliah ke Universitas Brawijaya Malang selama 8 tahun hingga lulus S-2.

Suharto muda memulai karir birokrasi di Pemkab Jombang pada 1972. Saat itu, dia masih menjadi tenaga harian (tenaga honorer). Dua tahun kemudian, dia ditempatkan di Sekpri bupati yang kala itu dijabat R.Soedirman (1973-1979).

Saat itulah dia mulai belajar tentang managemen birokrasi hingga tata cara administrasi di lingkup pemerintahan. Mulai dari membuatkan naskah pidato, menyiapkan keperluan bupati, hingga membuatkan jadwal atau agenda bupati.

Tak berselang lama kemudian karir Suharto mulai naik. Pada 1978 dia mendapat promosi jabatan sebagai Kabag Kesra hingga 1981. Waktu itu ada ketentuan, pejabat pemkab dapat merangkap sebagai anggota DPRD.

Sehingga dia mendapat kesempatan merangkap sebagai eksekutif-legislatif selama kurang lebih satu periode. Namun, selama menjadi anggota dewan ia mengaku tak begitu pro aktif.

Beberapa kali dia diminta menyampaikan pemandangan umum dalam sidang paripurna, tidak mau. Selanjutnya, pada 1981, dia mendapat amanat sebagai pelaksana harian panitia pemilihan daerah (PPD) atau jika sekarang adalah ketua KPU.

Dia juga pernah diajukan oleh koleganya, untuk maju sebagai anggota DPRD dari partai Golkar. Namun dia mengajukan pengunduran diri setelah terpilih menjadi anggota DPRD karena ingin fokus di birokrasi.

Setahun  kemudian, dia mendapat promosi lagi menjadi Kabag Keuangan sampai 1988. Bahkan Suharto dipercaya menjadi Kepala Bappeda Jombang pada era Bupati Tamrin Hariyadi.

Jabatan ini diembannya cukup lama hingga 1998, dan mendapat promosi sebagai Inspektur Jombang. Hanya saja, jabatan sebagai Inspektur Jombang tak begitu lama.

Sebab, pada 2000 dia mendapat promosi sebagai Sekdakab Bojonegoro di era kepemimpinan Bupati Bojonegoro Imam Supardi. Kemudian, dia kembali ke Jombang akhir 2000 menjabat sebagai Sekda Jombang hingga era kepemimpinan Bupati Suyanto.

Pernah Nyalon Bupati Dua Kali

SEMENTARA itu pada 2003, saat Suharto menjabat sebagai Sekdakab Jombang pernah diminta PKB Jombang untuk mencalonkan diri sebagai bupati berpasangan dengan KH Tamim Romly (Gus Tamim) yang saat itu menjabat sebagai ketua PCNU Jombang.

”Memang saat itu saya pernah diminta teman-teman PKB untuk maju,” ujarnya. Namun, nasib berkata lain. Dari tiga paslon yang maju Pilbup 2003 dimenangkan pasangan Suyanto-Ali Fikri. Hingga akhirnya, dia melanjutkan mengabdi sebagai sekda sampai pensiun 2004.

Setelah purna tugas sebagai abdi negara, Suharto ternyata tak ingin berdiam diri di rumah. Dia justru aktif di dunia politik. ”Setelah pensiun, saya masuk di Partai Golkar sebagai pembina hingga 2006 akhir kalau tidak salah, saya diminta teman-teman Partai Demokrat untuk menjadi ketua partai,” sambungnya.

Saat itu, rumah Suharto berada di Jl WR Supratman No 10 tak jauh dari rumahnya yang sekarang yang kini ditempati sebagai kantor DPC Partai Demokrat Jombang.

Selain menjabat sebagai ketua, ia juga masih aktif di PMI Jombang dan beberapa saat pernah didapuk sebagai ketua. ”Kalau di PMI bolak balik. Awalnya saat di pemda, lalu setelah pensiun saya juga pernah,” papar bapak satu ini.

Pada Pilbup Jombang 2008, Suharto kembali mencalonkan diri sebagai bupati bergandengan dengan Mudjib Mustain (Gus Mudjib). Rivalnya adalah Suyanto-Widjono dan Nyono Suharli-Halim Iskandar.

Namun kemenangan belum berpihak kepada dirinya hingga kali kedua. Pemenang Pilbup Jombang 2008 kembali direbut pasangan Suyanto-Widjono dan menjabat hingga 2013.

Suharto, kini lebih memilih bersantai di rumah. Dia menyibukkan diri dengan menanam tanaman buah di depan rumah. Di usianya yang ke-70 ia ingin lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Bahkan, dia punya peliharaan kucing. ”Kalau ini kucing yang terpisah dari induknya, lalu ikut saya,” ucapnya sembari bergurau.

Meski sudah tak aktif di dunia politik, sampai sekarang ia  masih menjabat sebagai ketua dewan pembina DPC Partai Demokrat. Sebagai senior, dia sering diminta hadir dalam konsolidasi internal partai untuk memberikan arahan dan nasehat. ”Ya sebagai dewan pembina saja,” pungkas dia.

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia