alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Anggap Langgar Kesepakatan, Sopir MPU Hentikan Paksa Kereta Kelinci

04 September 2020, 09: 12: 21 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Detik-detik sopir MPU menghentikan paksa kereta kelinci yang tengah berjalan.

Detik-detik sopir MPU menghentikan paksa kereta kelinci yang tengah berjalan. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Puluhan sopir MPU (Mobil Penumpang Umum) nyaris terlibat baku hantam dengan sopir kereta kelinci, di jalan poros Dusun Kemiri, Desa Karangwinongan, Kecamatan Mojoagung, Kamis (3/9) kemarin. Kejadian bermula saat sopir MPU menghentikan paksa kereta kelinci yang tengah berjalan.

Peristiwa berlangsung sekira pukul 09.30 WIB. Saat itu, enam kereta kelinci berjalan dari barat dihadang puluhan sopir MPU yang sudah menunggu. Seluruh penumpang di kereta kelinci, dimintanya turun dan pindah ke angkutan umum resmi.

Kejadian ini memicu amarah dari kedua pihak. Adu mulut antara sopir kereta kelinci dengan sopir MPU terjadi di jalan itu. Beruntung tak sampai terjadi benturan fisik. Beberapa menit kemudian, petugas dari Polsek Mojoagung datang ke lokasi. Seluruh orang yang terlibat dalam adu mulut diajak ke Mapolsek untuk mediasi.

Sementara penumpang kereta kelinci terpaksa harus gigit jari, karena dipaksa pulang dan tak boleh melanjutkan perjalanan. Salah satu sopir kereta kelinci menyebut, perjalanan mereka dihadang secara tiba-tiba.

“Kami mau ke Dlanggu, Mojokerto. Tapi ternyata sopir angkot sudah berkumpul dan menghadang,” terang Husen, 50, sopir kereta kelinci. Ia mengaku sangat kecewa dengan tindakan yang dilakukan para sopir MPU. Pasalnya ia menggantungkan hidupnya dari pekerjaan sebagai sopir kereta kelinci.

“Saya ini sudah enam bulan tidak bisa menyetir kereta kelinci. Tapi ini tadi baru berjalan sudah dihadang begini. Padahal sudah lewat jalan dalam, bukan jalan besar,” imbuhnya.

Sementara dari pihak sopir MPU, penghentian paksa dinilai sangat beralasan. Mereka menuding sopir kereta kelinci tak mematuhi kesepakatan yang dibuat sebelumnya.

“Sepur kelinci bawa penumpang. Dulu sudah ada kesepakatan, tidak boleh beroperasi di jalan raya. Lha ini kami nilai melanggar,” ucap Totok Purboyo, koordinator sopir MPU. Pihaknya mengancam akan terus melakukan penyisiran di jalur utama. “Kalau ketahuan akan tetap kami hentikan, “ pungkasnya.

Terpisah, Kapolsek Mojoagung Kompol Paidi menyebut belum ada titik temu dalam pertemuan yang digelar singkat di Mapolsek. “Belum, jadi tadi memang kami sudah pertemukan tapi belum ada kata kesepakatan apapun,” terangnya.

Pihaknya menyebut akan kembali mengagendakan pertemuan bersama seluruh sopir MPU bersama pemilik dan sopir kereta kelinci. “Kami sudah laporkan, akan diagendakan pertemuan di tingkat kabupaten,” pungkasnya.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia