alexametrics
Jumat, 02 Oct 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Diduga Depresi, Warga Plandaan Gorok Leher Sendiri dengan Sabit

02 September 2020, 14: 18: 03 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Polisi melakukan olah TKP di rumah MY, 33, warga Kecamatan Plandaan.

Polisi melakukan olah TKP di rumah MY, 33, warga Kecamatan Plandaan. (ISTIMEWA)

Share this      

JOMBANG – MY, 33, warga Kecamatan Plandaan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Bapak dua anak ini berusaha mengakhiri hidup dengan menggorok lehernya sendiri. Diduga korban mengalami depresi.

”Korban sudah menjalani perawatan di RSUD Ploso. Sementara belum bisa dimintai keterangan,” terang Kapolsek Plandaan AKP Akwan.

Dijelaskan, aksi nekat korban pertama kali diketahui kakak ipar korban Senin (31/8) sekitar pukul 18.00. Saat itu, kakak ipar korban hendak melihat ayam di kamar kosong yang berada di belakang rumah mertua korban di Desa Bangsri, Kecamatan Plandaan.

Saat hendak masuk ke kamar, lanjut Akwan, saksi melihat samar-samar ada seseorang tergeletak di lantai. Karena kondisi ruangan gelap, saksi pun menyalakan lampu.

Seketika saksi kaget melihat kondisi korban sudah dalam kondisi terlentang dengan luka sayat di bagian leher.

Mengetahui itu, kakak ipar korban berlari keluar dan memberitahukan ke warga. Korban selanjutnya dilarikan ke RSUD Ploso dan melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian setempat.

”Saksi saat itu mengetahui korban sudah tergeletak di tanah dalam keadaan telentang menghadap ke atas dengan keadaan leher bagian depan terdapat luka sayatan. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit,” katanya.

Setelah mendapat laporan warga, polisi langsung bergerak menuju lokasi. Polisi melakukan olah TKP. Hasilnya mengarah perbuatan percobaan bunuh diri.

”Tidak ada bercak darah tercecer, posisi sandal korban juga tertata rapi, tidak ada barang berserakan. Posisi sabit yang terdapat bercak darah tergeletak di sebelah kiri korban,” ungkap Akwan.

Selain itu, dari keterangan pihak keluarga, sebelum kejadian korban diketahui sering melamun. ”Korban sebelum kejadian terlihat sering melamun. Sepertinya ada sesuatu permasalahan yang dipendam, mungkin masalah ekonomi” bebernya.

Dari keterangan sementara yang dapat, kedalaman luka sayatan sekitar 5 sentimeter dengan pajang sayatan sekitar 15 sentimeter. ”Saat ini korban masih dirawat di RSUD Ploso,” tegasnya.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP