alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Edarkan Sabu, Dua Warga Podoroto Kesamben Ditangkap Polisi

29 Agustus 2020, 17: 18: 46 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: sabu-sabu

ILUSTRASI: sabu-sabu (Dok Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Andri Cahyono alias Gondreng, 31, dan Suistiono alias Tokan, diringkus Satreskoba Polres Jombang. Dua warga Dusun Ngemplak, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, ini terlibat dalam jaringan peredaran sabu-sabu.

“Hingga kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres,” terang AKP Moch Mukid, Kasatresnarkoba Polres Jombang. Penangkapan dua pemuda ini berlangsung di pinggir lapangan Sumobito, Senin (24/8) malam.

“Gondreng adalah bandar yang sudah lama kami incar,” lanjutnya. Dari tangannya, sejumlah paket sabu yang belum sempat dijual disita petugas.

“Ada enam paket sabu yang belum dijual. Beratnya masing-masing 0,26 gram, 0,15 gram, 0,12 gram, 0,11 gram, 0,14 gram, 0,13 gram. Juga beberapa plastik klip berisi sabu, timbangan elektrik, dan uang hasil penjualan 300 ribu,” rincinya.

Sementara dari tangan Tokan, pihaknya mengamankan seperangkat alat hisap sabu dan handphone untuk transaksi. Dari pemeriksaan sementara, Gondreng beberapa bulan terakhir menjadi bandar sabu. Kuli pasang AC ini mendapat pasokan sabu dari wilayah Sidoarjo.

Tak berhenti disitu, pada pengembangan pertama polisi bergerak ke rumah Echarulla Cavalera alias Arul Konteng di dusun yang sama. “Ini tetangga sekaligus partner bandar sebelumnya. Dia dapat pasokan sabu dari Gondreng,” ucapnya.

Di rumah Arul, polisi menemukan sebuah plastik klip diduga sisa sabu dengan berat 0,18 gram dan pipet kaca dengan sabu seberat 2,19 gram. “Diamankan juga hanphone dan uang sebesar 100 ribu hasil penjualan,” tambahnya.

Esok paginya (25/8), polisi membekuk Anwar Budianto alias Mijan, 27, sebagai pengedar. Dari pengedar kedua ini, didapat empat paket sabu bekas pakai. Ada juga 9 plastik klip bekas sabu dan seperangkat alat hisap.

Siangnya, polisi membekuk Arif Rachman, 25, perajin sandal di sebuah warung kopi di Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito. Dari tangannya, disita empat paket sabu seberat 0,6 gram dan uang Rp 200 ribu di plastik kosong yang diduga hasil penjualan sabu.

Kemudian pengedar keempat yang juga jaringan Gondreng, ditangkap malam harinya di pinggir jalan Dusun Randulawang, Desa Bandung, Kecamatan Diwek. “Tersangka terakhir bernama Hendrik Widiantoro alias Petrik,” beber Mukid.

Saat ditangkap, sopir asal Desa Ceweng, Kecamatan Diwek ini menyimpan sebuah plastik klip berisi sabu seberat 0,28 gram,  sebuah pipet berisi sabu seberat 2,7 gram dan seperangkat alat hisap.

Semua tersangka kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Mereka terancam pasal 114 ayat (1) jo Pasal 112 ayat (1) jo Pasal 127 ayat (1) huruf (a) Undang Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Pengembangan jaringan lain masih terus dilakukan,” pungkasnya.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia