alexametrics
Senin, 21 Sep 2020
radarjombang
Home > Events
icon featured
Events

Rotary Club Surabaja, Halodoc, dan Standard Chartered Gelar Rapid Test

27 Agustus 2020, 09: 02: 31 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Pondok Pesantren Tebuireng bekerjasama dengan Rotary Club Surabaja, Halodoc, dan Standard Chartered, menggelar rapid test gratis. Kegiatan ini berlangsung di SMA Trensains 2 Tebuireng.

Pondok Pesantren Tebuireng bekerjasama dengan Rotary Club Surabaja, Halodoc, dan Standard Chartered, menggelar rapid test gratis. Kegiatan ini berlangsung di SMA Trensains 2 Tebuireng. (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

Jelang pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19, Pondok Pesantren Tebuireng bekerjasama dengan Rotary Club Surabaja, Halodoc, dan Standard Chartered, menggelar rapid test gratis. Kegiatan ini berlangsung di SMA Trensains 2 Tebuireng.

JOMBANG – Sekira pukul 08.00 WIB santri PP Tebuireng 2 di Desa Jombok, Kecamatan Ngoro, sudah berkumpul di aula. Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, mereka duduk bersila.

Tak lupa, mereka memakai masker dan menjaga jarak. Santri putra dan putri ini bersiap mengikuti rapid test. Ini dilakukan usai mereka menjalani karantina. Kali ini untuk 250 santri.

Selain rapid test, ada penyaluran bantuan face shield, wastafel, masker kain, sandal, serta hand sanitizer untuk santri yang akan memulai proses belajar dan bertempat tinggal di pondok.

Presiden Rotary Club Surabaja dr Theresia Novi Sp.PK menyebut, sebagai organisasi nonprofit pihaknya mengedepankan nilai kemanusiaan. “Membantu satu sama lain menjadi kunci keberhasilan Indonesia menghadapi Covid-19,” katanya.

Karena itu dengan menggandeng Standard Chartered, rapid test digelar untuk mereka yang membutuhkan. “Pada saat bersamaan juga mendukung terciptanya kegiatan belajar mengajar yang kondusif, bagi santri dan pengajar di era normal baru,” terang Novi.

Chief Marketing Officer Haladoc Dionisius Nathaniel mengungkapkan, sebagai perusahaan teknologi yang memberi kemudahan akses layanan kesehatan, Halodoc berupaya menjadi mitra masyarakat. “Khususnya saat masa sulit seperti ini. Inisiatif yang kami lakukan di Surabaya sejalan dengan arahan pemerintah memperlambat laju transmisi Covid-19,” jelasnya.

Menurut dia, rapid tesr masal menyasar golongan masyarakat rentan. “Salah satunya sekolah dengan fasilitas asrama seperti pondok pesantren Tebuireng ini,” imbuh dia.

Dalam memastikan keamanan santri dan pengajar, menurutnya pesantren sudah menerapkan langkah preventif. Seperti mengharuskan setiap santri melakukan rapid test sebelum memasuki pondok.

“Pengelola juga menyediakan sarana karantina mandiri selama kurang lebih 14 hari. Mereka juga diharuskan melakukan rapid test kedua,” sambung Nathaniel.

Tentu tujuannya memastikan mereka tidak terjangkit Covid-19 saat masuk ke ponpes sebelum berbaur dengan santri lain. “Jadi menghindari terciptanya klaster baru,” tegas dia.

Terpisah, Chief Executive Officer Standard Chartered Andrew Chia mengatakan, sesuai janji brand here for good, kegiatan ini diharapkan bisa membawa dampak positif bagi pembangunan ekonomi dan komunitas.

“Dukungan sosial bersama Halodoc sebesar Rp 3 miliar dalam bentuk rapid test merupakan komitmen. Juga sebagai upaya kami membantu pemerintah memutus mata rantai penyebaran dan membantu pandemi bisa cepat diatasi,” terang Andrew.

Penyelenggaraan rapid test dan penyaluran donasi ini merupakan bagian kegiatan Roraty Club Surabaya goes to pesantren yang sudah dimulai sejak tahun lalu.

Acara juga dihadiri IPDF Febri Dipokusumo District Govermor Rotary periode sebelumnya. Dia sendiri merupakan perwakilan Keraton Solo yang juga mendukung kegiatan ini.

“Selain mendukung upaya pemkab mengeluarkan Jombang dari zona merah, kegiatan rapid test di Tebuireng ini diharapkan dapat memberi ketenangan bagi penghuni, juga orang tua santri,” bebernya.

Sementara itu, KH Lukman Hakim Mudir Bidang Pembinaan Ponpes Tebuireng mengapresiasi kegiatan rapid test. “Kami memahami pentingnya memutus rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia. Untuk itu kami melakukan tindakan preventif dan memastikan seluruh santri dan pengajar tidak terjangkit virus,” tegasnya.

Menurut dia, bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi pesantren. “Tentu untuk memastikan keamanan seluruh penghuni,” pungkas dia.

Untuk diketahui, Rotary sendiri organisasi pengabdian masyarakat yang memiliki perhatian khusus pemberantasan dan pencegahan penyakit. Juga kesejahteraan ibu dan anak, pendidikan, peningkatan ekonomi masyarakat, perdamaian dunia, serta sanitasi dan lingkungan hidup.

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia