alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarjombang
Home > Jombang Banget
icon featured
Jombang Banget

Suparto, Perajin Miniatur Garuda Pancasila Asal Kabuh

17 Agustus 2020, 07: 55: 38 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Suparto, 75, warga Dusun Klubuk, Desa Sukodadi, Kecamatan Kabuh, memproduksi kerajinan miniatur garuda.

Suparto, 75, warga Dusun Klubuk, Desa Sukodadi, Kecamatan Kabuh, memproduksi kerajinan miniatur garuda. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG - Usianya sudah lanjut. Namun, Suparto, 75, warga Dusun Klubuk, Desa Sukodadi, Kecamatan Kabuh, masih tetap produktif. Salah satunya memproduksi kerajinan miniatur garuda.

Seperti yang terlihat saat Jawa Pos Radar Jombang menyambanginya (15/8) kemarin, Suparto, terlihat tengah sibuk di ruangan belakang rumahnya. Ia, terlihat menghadap sebuah lembaran spon berwarna putih.

Tangannya sedang memegang kertas karton berbentuk sayap, dengan telaten, ia menggambar pola di atas lembaran spon itu. Setelah gambar sayap selesai, ia berpindah menggambar bagian kepala, dilanjutkan menggambar kaki hingga lambang Bhinneka Tunggal Ika. ”Ini sedang membuat mal, untuk dibuat Garuda Pancasila,” terangnya.

Yang berbeda, miniatur garuda pancasila buatannya tak menggunakan material kayu ataupun kertas. Suparto biasa menggunakan spon untuk bahan kerajinan garuda pancasilanya buatannya. 

Selain dirasa bisa menjual dengan harga terjangkau, bahan ini juga relatif mudah dibentuk. ”Dulu sempat membuat yang bahan kayu, ternyata pasarnya kurang bagus, kalau pakai spon ini lebih enak, membuatnya lebih simpel,” lanjutnya. 

Terlebih, ia tak pernah memiliki karyawan untuk pembuatan kerajinannya ini. Seluruh pekerjaan dilakukannya sendirian.

Proses pembuatan garuda pancasila berbahan spon ala Suparto, biasanya memang dimulai dari pembuatan bentuk dasarnya atau mal. Setelah digambar, spon itu kemudian dipotong dan dirangkai pada lembaran lainnya. ”Potongan ini, kemudian diletakkan di lembaran spon yang lain, baru dilapis,” lanjutnya.

Pelapisan, dilakukan dengan cairan khusus yang harus ia racik sendiri. Suparto, menggunakan campuran semen putih dan lem kayu untuk lapisan pertama ini. ”Dilapisi supaya pori-pori sponnya tertutup, sehingga mudah dicat nantinya,” lontarnya.

Jika sudah selesai, baru garuda pancasila ini dijemur hingga kering sebelum siap dikirim ke para pelanggannya. Suparto, sudah lebih dari 6 tahun menggeluti usaha ini, di samping usaha pembuatan lukisan hingga wayang. 

Ia, biasa menyediakan dua ukuran untuk pembuatan garuda ini. Ukuran 50 sentimeter dan 1 meter. ”Kalau bentuknya, ada yang sederhana, ada yang detail dan timbul, kalau harganya menyesuaikan dengan kerumitan pembuatannya,” lontar bapak tujuh anak ini.

Jadi Kado Buat Presiden Jokowi

MESKI bentuknya sederhana, miniatur patung burung Garuda Pancasila buatan Suparto sudah pernah dikirimkam ke Presiden RI Joko Widodo. Kakek pengangum Jokowi mengirimkan salah satu hasil karya terbaiknya sebagai kado saat Presiden Jokowi ngunduh mantu, tiga tahun lalu.

”Iya, itu waktu 2017 dulu, jadi pas pak Jokowi anaknya menikah itu, saya berinisiatif memberikan sebuah kado, ya garuda pancasila buatan,” terang Suparto. 

Dia menambahkan, saat itu Presiden Jokowi punya hajat menikahkan anak keduanya, Kahiyang Ayu yang dipersunting Bobby Afif Nasution. Pesta pernikahan itu direncanakan awal November 2017.

Mendengar itu, Suparto berkeinginan mengirimkan salah satu karyanya sebagai kado presiden. ”Yang dikirim kepada Presiden Jokowi garuda pancasila ukuran 1x1 meter. Warna keemasan, seperti yang di atas itu,” terang Suparto sembari menunjuk miniatur garuda pancasila yang terpajang di dinding rumah.

Suparto mengaku senang. Meski tak hadir langsung ke Solo untuk menyerahkan kado buatannya. Suparto melanjutkan niatnya dengan mengirim kadonya via pos. ”Saya pakai pos waktu itu, tiga hari sudah sampai di kediaman pak Jokowi. Ya, bentuk kecintaan sama presiden,” tambahnya.

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia