alexametrics
Minggu, 25 Oct 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Kegiatan Galian C di Ngoro Mulai Masuk Lidik Kepolisian

14 Agustus 2020, 09: 41: 20 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Aksi demo warga Rejoagung menolak galian C di wilayah desanya.

Aksi demo warga Rejoagung menolak galian C di wilayah desanya. (AZMY ENDIYANA/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Galian C di Dusun Ngrembang, Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro kini dibidik Satreskrim Polres Jombang. Ini setelah aktivitas penambangan ditentang warga melalui aksi demonstrasi. Beberapa orang telah dimintai keterangan terkait penyelidikan ini.

“Benar, kasusnya sedang kita tangani, kemarin kita sudah datangi ke lokasi dan mengamankan alat berat atau Beckhoe,” terang AKP Cristian Kosasih, Kasatreskrim Polres Jombang melalui Kanit Resmob Ipda Zico Bintang Yanottama, kemarin (13/8).

Ia menyebut, alat berat itu sudah diambil dari lokasi usai aksi demo yang dilakukan warga. Hanya saja, ia tak menyebut lokasi alat berat tersebut diamankan. Alat berat tersebut kini berada dalam pengawasan Satreskrim Polres Jombang. “Yang jelas alat beratnya sudah diamankan, untuk lokasinya tidak bisa kita beritahukan,” dalihnya.

Selain mengamankan barangbukti, Zico menyebut Satreskrim telah memanggil beberapa pihak yang berkaitan dengan keberadaan galian C. “Ada juga yang dipanggil, jadi mulai pemilik lahan, pemilik tambang juga pemdes sudah kita mintai keterangan,” tambah dia.

Kendati demikian, ia mengaku belum bisa menyebutkan hasil pemeriksaan. Termasuk kaitannya dengan status galian C itu sendiri, apakah memang sudah berizin atau ilegal. “Untuk hasil, ditunggu saja penyelidikannya, karena pemeriksaan kan harus semua dulu, yang jelas kita masih proses,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, keberadaan sejumlah galian C di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro membuat gusar warga sekitar. Sehingga puluhan warga Dusun Payaksantren dan Dusun Ngrembang, Desa Rejoagung melakukan aksi demo di lokasi penambangani. Mereka menolak rencana adanya aktivitas galian C baru di desanya. Lantaran, sumber air sudah rusak dan tidak bisa dikonsumsi lagi.

Dorong APH Usut Tuntas

TERPISAH, Ketua Komisi C DPRD Jombang Choirul Anam mendorong aparat penegak hukum (APH) untuk mengusut tuntas kasus galian C. Tidak hanya di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro yang ditentang warga. Termasuk titik penambangan galian C lain yang sering merenggut korban jiwa.

”Tentu kami mendorong agar segera diusut,” ujarnya kemarin.  Sejauh ini penanganan seputar penambangan galian C tidak berujung. Bahkan, kasus anak tenggelam di bekas galian ilegal juga belum ada kejelasan sampai sekarang. ”Kami minta penanganannya serius dan transparan,” tegas dia.

Meski sekarang ini kewenangan izin berada di provinsi, dia berharap harus ada evaluasi izin galian secara menyeluruh. Termasuk adanya penolakan dari warga sekitar penambangan.  ”Ini susahnya apabila kewenangan izin dari provinsi, tapi saya berharap pemkab harus teliti untuk memberikan rekomendasi,” tegasnya lagi.

Seharusnya, Pemkab Jombang bisa membatasi rekomendasi aktivitas penambangan yang dikeluarkan. Apakah galian tersebut sudah sesuai dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RT/RW) Jombang atau sebaliknya. ”Karena ini sudah meresahkan masyarakat dan sangat merusak lingkungan. Jadi harus bisa ditelaah rekomendasinya,” tambah dia.

Terlebih lagi, sudah banyak pasca aktivitas penambangan yang tidak dilakukan reklamasi dengan dalih digunakan untuk kolam. ”Sehingga inilah yang harus dikaji lagi,” ungkapnya. Untuk mengetahui lebih detail persoalan ini pihaknya juga berencana untuk memanggil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang. Sekaligus hasil pendataan titik galian di Jombang baik yang berizin maupun yang tidak.

”Ini juga untuk mendata galian mana yang tidak dilakukan reklamasi. Karena sangat berbahaya. Jangan sampai memakan korban lagi nantinya,” pungkas Choirul.

(jo/riz/yan/mar/JPR)

 TOP