alexametrics
Jumat, 25 Sep 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Covid-19 di Jombang Akhirnya Tembus 601 Kasus Positif

14 Agustus 2020, 08: 17: 59 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

ILUSTRASI: Covid-19.

ILUSTRASI: Covid-19. (Istimewa)

Share this      

JOMBANG - Tren perkembangan Covid-19 di Jombang masih terlihat. Jumlah pasien yang terkonfirmasi Covid-19 kini mencapai 601 orang. Ini setelah adanya enam tambahan pasien positif baru Kamis kemarin (13/8).

“Untuk hari ini (kemarin, Red) ada tambahan enam pasien terkonfirmasi. Jadi secara kumulatif jumlahnya 601 dari hari sebelumnya 595,” terang Budi Winarno, Humas Gugas PP Covid-19 Kabupaten Jombang.

Enam pasien terkonfirmasi itu disebutnya berasal dari lima kecamatan berbeda di Jombang. Dua pasien baru, tercatat masuk Kecamatan Jombang. “Empat pasien sisanya masuk Kecamatan Jogoroto, Mojowarno, Gudo dan Ngusikan, masing-masing satu orang,” lanjutnya.

Selain tambahan kasus terkonfirmasi baru, Budi juga menyebut ada tambahan pasien sembuh. Jumlahnya hanya dua orang. “Yang sembuh berasal dari Kecamatan Diwek dan Bandarkedungmulyo,” lontarnya.

Dengan tambahan itu peta warna untuk beberapa kecamatan juga kembali berubah. Kecamatan Ngusikan, yang sebelumnya putih, kini kembali berwarna merah. Sementara untuk Kecamatan Bandarkedungmulyo yang sebelumnya merah menyisakan satu pasien positif, berganti putih setelah dinyatakan sembuh.

Dari 601 pasien secara kumulatif, Budi merinci tak seluruhnya masih dirawat. Sebanyak 469 orang atau 78 persen dinyatakan sembuh. Sementara 50 orang lainnya meninggal dunia atau 8,3 persen. Untuk pasien yang masih menjalani perawatan berjumlah 82 orang atau 13,6 persen. “Dari 82 orang itu, 24 isolasi mandiri, sementara 58 lainnya dirawat di beberapa rumah sakit rujukan di Jombang dan luar Jombang,” tegasnya.

Di sisi lain, setelah Sekda Akhmad Jazuli beserta istri Nuriyatin dan Kepala Dispendukcapil Masduki Zakaria dipulangkan. Kemarin (13/8), giliran Kabag Pemerintahan yang dipulangkan. Hanya saja, hasil uji swab belum turun sehingga diharuskan melanjutkan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari ke depan.

“Pagi ini pak Bambang diuji swab lagi, tapi hasilnya belum keluar, apapun hasilnya hari ini kita pulangkan,” ungkap dr Pudji Umbaran, Direktur RSUD Jombang. Menurutnya, dipulangkan sebelum uji swab keluar karena memang kondisinya secara klinis dinyatakan sehat. Selain itu, ia juga sudah melalui masa isolasi maksimal di rumah sakit.

Namun untuk kehati-hatian, lanjut dia, maka isolasi harus diperpanjang di rumah selama 14 hari. Tambahan isolasi lebih lama itu berbeda dengan sekda beserta istri dan kepala Dispendukcapil beserta istri yang hanya menjalani isolasi mandiri selama tujuh hari. “Namun jika hasilnya negatif, maka tidak perlu isolasi 14 hari, kita samakan tujuh hari seperti yang lain,” tambahnya.

Sedangkan untuk dr Heri Wibowo, Pudji menyebut belum dilakukan uji swab ulang. Untuk memulangkan dr Heri, membutuhkan pertimbangan yang cukup serius karena memang kondisinya saat masuk pertama dalam keadaan buruk. Bahkan, saat itu tim medis RSUD Jombang sempat akan merujuk dr Heri ke rumah sakit lain yang lebih bagus.

Namun rencana itu diurungkan dengan mengoptimalkan sarana prasarana yang ada. “Dan Alhamdulillah sekarang membaik, tapi masih naik turun,” tambahnya. Untuk istrinya Ririn Probowati Ketua Stikes Jombang yang juga terpapar Covid-19, sudah dinyatakan negatif. Namun belum pulang karena harus menemani suaminya di rumah sakit. “Kalau Bu Ririn sudah sehat dan negatif, tapi masih mendampingi dr Heri,” pungkas dia.

(jo/riz/wen/mar/JPR)

 TOP