alexametrics
Jumat, 25 Sep 2020
radarjombang
Home > Kota Santri
icon featured
Kota Santri

Program SKS di SMAN Jogoroto, Dua Tahun Sekolah Bisa Daftar Kuliah

13 Agustus 2020, 08: 15: 36 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Mujib Ketua Satgas SKS Direktorat Pendidikan SMA memberikan materi tentang program pembelajaran dengan sistem SKS (Satuan Kredit Semester) di SMAN Jogoroto.

Mujib Ketua Satgas SKS Direktorat Pendidikan SMA memberikan materi tentang program pembelajaran dengan sistem SKS (Satuan Kredit Semester) di SMAN Jogoroto. (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – SMAN Jogoroto secara resmi meluncurkan program pembelajaran dengan sistem SKS (Satuan Kredit Semester) Rabu (12/8) kemarin. Ini dilakukan sebagai langkah mengembangkan dan mengedepankan mutu sekolah.

Hadir dalam kegiatan peresmian yang digelar pagi (12/8) kemarin, sejumlah tamu undangan. Di antaranya, Mujib Ketua Satgas SKS Direktorat Pendidikan SMA, Kacabdindik Jawa Timur Wilayah Jombang Trisilo Budi Prasetyo, Ketua Komite SMAN Jogoroto Eko Sulistyo, dan Pengawas SMA Jawa Timur Wilayah Jombang Ainur Rochim beserta sejumlah guru sekolah.

Wawang Hoetawarman Kepala SMAN Jogoroto menjelaskan, peluncuran program pembelajaran dengan sistem SKS sebagai upaya pengembangan mutu sekolah. Sebab, SMAN Jogoroto merupakan sekolah rujukan. “Jadi harus bisa memberi suatu yang lebih dan bisa menjadi contoh sekolah lain. Karena SMAN Jogoroto dianggap sekolah unggulan, maka salah satu program pusat, sekolah ini harus melaksanakan sistem SKS,” kata Wawang ditemui usai acara.

Foto bersama usai pemotongan tumpeng, Wawang Hoetawarman Kepala SMAN Jogoroto bersama sejumlah tamu undangan.

Foto bersama usai pemotongan tumpeng, Wawang Hoetawarman Kepala SMAN Jogoroto bersama sejumlah tamu undangan. (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Dia menambahkan, sekolah yang masuk predikat sekolah rujukan memang dituntut harus memiliki nilai lebih dari sekolah lainnya. Salah satunya dengan menyelenggarakan pembelajaran dengan sistem SKS. “Kalau tidak bisa, predikat rujukannya akan dicabut,” imbuh dia.

Sistem SKS yang diterapkan di SMAN Jogoroto ini lanjut Wawang, berbeda dengan yang ada di perguruan tinggi. Karena pembelajaran berjalan natural seperti pembelajaran di sekolah pada umumnya. “Tetapi, di dalam kelas nanti, ada penilaian dan kita temukan siswa yang hebat serta pintar yang dijadikan siswa SKS ini,” ungkap Wawang.

Sehingga lanjut dia, siswa yang masuk kelas sistem SKS ini merupakan siswa pilihan yang memenuhi standar tertentu. “Jadi siswanya dipilih mana yang layak. Sehingga selama empat bulan, mereka bisa menyelesaikan satu semester. Empat bulan berikutnya satu semester lagi. Maka, satu tahun sudah menyelesaikan tiga semester,” beber dia.

Di tahun berikutnya atau tahun kedua lanjut Wawang, SKS tetap berlanjut. Sehingga total selama dua tahun sudah menyelesaikan enam semester. “Jadi cuma dua tahun siswa SKS bisa mendaftar ke perguruan tinggi melalui jalur PMDK. Karena anak ini secara alami sudah pintar, sehingga perlu ada penguatan. Intinya dia dikelas sudah seperti asisten guru,” tutur Wawang.

Menurut dia, penyelenggaraan pelayanan SKS berbeda dengan program akselerasi. “Kalau akselerasi ini kan sudah diprogram sejak awal, baik biaya dan siswanya. Sehingga hasilnya tidak bisa optimal. Kalau ini tidak, semisal selama satu tahun tidak ada yang lolos, ya dibiarkan berjalan sampai tiga tahun. Dan perlu diingat SKS ini tidak ada yang tidak naik kelas,” beber dia.

Untuk program ini sendiri dilaksanakan pada siswa kelas X. Diharapkan setelah peluncuran program, selain menjadi program unggulan nantinya menjadi terobosan. “Semua sekolah wajib mengembangkan dan mengedepankan mutu sekolah. Jadi proses pembelajaran yang dicari ini mutu. Terobosannya ada banyak, salah satunya pelayanan SKS ini,” pungkas Wawang.

Persiapan Sejak 2 Tahun Lalu, Undang Lurah SKS Nasional

SEBELUM program pembelajaran sistem SKS di SMAN Jogoroto resmi diluncurkan kemarin. Sejumlah persiapan sudah dilakukan pihak sekolah, mulai dari pemenuhan fasilitas penunjang hingga tenaga pendidik.

Wawang Hoetawarman Kepala SMAN Jogoroto mengatakan, untuk bisa melaksanakan program  pembelajaran dengan sistem SKS tidak mudah. Persiapan harus dilakukan secara matang. “Sudah diawali sejak dua tahun lalu. Pada 2019 bahkan kami sudah studi tiru ke SMAN 1 Giri Banyuwangi yang menjadi pucuk SKS di Indonesia,” kata Wawang Rabu (12/8) kemarin.

Dikatakan, seluruh pegawai baik tim penjamin mutu hingga komite sekolah turut serta mengikuti studi tiru ke sekolah itu. “Sampai administrasi juga meniru apa yang sudah disiapkan, Alhamdulillah kita kemas dan launching ini kita undang narasumber langsung dari Jakarta sekaligus ada penilaian rujukan,” imbuh dia.

Karena itu, dalam peluncuran program SKS, pihaknya turut mengundang Mujib Ketua Satgas SKS Direktorat Pendidikan SMA yang merupakan Lurah SKS Nasional. “Alhamdulillah setelah persiapan sudah kita laksanakan, sekolah juga sudah mapan, maka kita launching. Karena sudah mapan, KTSP ini kita masukkan pelayanan SKS,” sambung Wawang.

Untuk saat ini lanjut Wawang, ketika SKS ini sudah berjalan dan mendapat SK dari Jawa Timur pihaknya sudah siap. “Untuk itu, harus dideklarasikan, sehingga kita undang Pak Mujib dari Jakarta untuk me-launching sekaligus disaksikan cabang dinas hingga pengawas sekolah,” terang dia.

Untuk tenaga pendidik pun juga sama, sudah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari. “Untuk guru sementara yang terpilih, diharapkan tahun depan sudah sampai ke kelas XI. Intinya sekarang masih bertahap,” ungkap Wawang.

Dikatakan, tahapan mengikuti program itu tidak ada perbedaan dengan siswa lainnya. “Jadi ini bukan seleksi, secara alami. Siswa akan dinilai guru yang bersangkutan, kita cek validasi dengan guru lain. Kalau sudah oke, maka diambil jadi siswa SKS,” terang dia lagi.

Satu kelas lanjut Wawang, bisa menghasilkan satu siswa, atau hingga dua. “Bahkan bisa saja nanti tidak ada, jadi tidak dipaksakan. Untuk biaya juga sama, tidak ada perbedaan atau ekslusif. Artinya SKS ini berbeda dengan akselerasi. Anak belajar mandiri menggunakan modul, buku berupa elektronik sudah siap semua,” pungkas Wawang.

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP